RSPUR-UNAYA-UPSC mengadakan seminar “Management Of Heart”

Banda Aceh (30-7-2017), Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Banda Aceh bersama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama dan UiTM Private Specialist Centre menyelenggarakan seminar kesehatan manajemen kesehatan jantung di gedung seminar Hermes Palace Hotel.

Seminar ini dihadiri oleh praktisi kesehatan dan dokter umum, & seminar ini di isi oleh dokter ahli dr. M. Ridwan, MscAppl FIHA (K), dan tim dokter dari UiTM, Prof. Dr. Sazzli Shahlan (K), Prof DR dr Moch Zamrin Dimon (k), Prof Fazah Hanafiah (K). Seminar ini membahas perkembangan penyakit jantung, tekonologi terbaru untuk operasi jantung robotik dan rehabilitasi jantung pasca operasi.

Seminar “Management Heart Disease”

Pada kesempatan yang sama MoU (Memorandum Kerjasama) pelayanan pasien jantung antara UPSC dan RSPUR juga ditandatangani dan disaksikan oleh Walikota Banda Aceh, Drs. H Aminullah Usman, pendiri Yayasan Abulyatama Aceh DR (H) Rusli Bintang, serta Direktur Pengembangan dan Integration Bisnis Pertamedika-IHC (Indonesian Healthcare Coorporate), DR.dr Ibnu Gunawan, MM.

Direktur RS. Pertamedika Ummi Rosnati dr. Rahmad, MARS menyampaikan harapan dengan adanya seminar ini dan MoU dengan UPSC bisa meningkatkan pengetahuan para praktisi kesehatan, sehingga terjalin koordinasi dan manajemen pelayanan pasien jantung yang baik dan optimal khususnya bagi masyarakat Aceh. RSPUR sendiri telah menyediakan fasilitas rehabilitasi jantung, yang diharapkan nantinya pasien yang memerlukan rehabilitasi jantung pasca operasi jantung dapat dilakukan di RS. Pertamedika Ummi Rosnati.

 

Memperingati Hari Hepatitis Sedunia, RSPUR Launching Rubrik “Tanya Sehat RSPUR”

 

Hari hepatitis sedunia yang jatuh pada tanggal 28 Juli setiap tahunnya merupakan salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dunia akan bahaya penyakit hepatitis.

Hepatitis terdiri dari Hepatitis A, B, C, D dan E.

Hepatitis A dan E ditularkan dari mulut dan kotoran yang tersimpan virus hepatitis dan biasanya berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, bersifat akut dan dapat sembuh dengan baik. Sedangkan Hepatitis B, C dan D ditularkan melalui bekas suntikan darah, pengguna narkoba, hubungan suami istri dari pasangan terinfeksi. Hepatitis A, B,  C, dan D dapat menjadi kronis dan menimbulkan sirosis dan lalu kanker hati. Sebanyak 1,5 juta penduduk dunia meninggal setiap tahunnya karena hepatitis.

Melihat kenyataan bahwa Hepatitis merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius, maka pada tahun 2010 pada sidang WHA (World Health Assembly) ke 63 di Geneva tanggal 20 Mei 2010, Indonesia bersama Brazil dan Colombia menjadi sponsor utama untuk keluarnya Resolusi tentang Hepatitis Virus, sebagai Global Public Health Concern. Usulan ini diterima dan keluarlah resolusi tentang Hepatitis nomor 63.18 yang menyatakan bahwa :

  1. Hepatitis virus merupakan salah satu agenda prioritas dunia
  2. Tanggal 28 Juli ditetapkan sebagai Hari Hepatitis Sedunia

Hepatitis di Indonesia

Menurut hasil Riskesdas tahun 2013 sebagaimana dalam gambar dibawah ini bahwa jumlah orang yang didiagnosis Hepatitis oleh Tenaga Kesehatan berdasarkan gejala-gejala yang ada, menunjukan peningkatan 2 kali lipat apabila dibandingkan dengan tahun 2007.

 

Gambaran prevalensi penyakit Hepatitis di Indonesia

Provinsi  Aceh sendiri pada tahun 2007 pernah menjadi 5 (lima) provinsi dengan prevalensi Hepatitis tertinggi di Indonesia, yang  kemudian tahun 2013 mengalami peningkatan angka sekitar 28% dari 6 (enam) tahun sebelumnya. Kondisi ini perlu terus diawasi agar proses penyebaran penyakit hepatitis terutama hepatitis B dapat ditekan.

 

Memperingati hari Hepatitis Sedunia, RSPUR melalui website http://rspur.co.id manajemen Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati launching Rubrik konsultasi kesehatan “Tanya Sehat RSPUR”. Rubrik ini merupakan rubrik konsultasi kesehatan yang disediakan RS.PUR di website untuk menjadi sarana penyebaran ilmu pengetahuan yang bermanfaat, yang nantinya manfaatnya bisa dirasakan dalam menekan angka penyebaran berbagai macam penyakit termasuk penyakit berbahaya seperti Hepatitis B.

 

Hal ini diutarakan oleh Wadir SDM, Umum dan Keuangan RSPUR yang juga penasehat website RSPUR, Drs. Roestamadji, MM menyampaikan, “Kita sangat berharap dengan adanya  rubrik konsultasi kesehatan yang kita sebut rubrik “Tanya Sehat RSPUR”, bisa memfasilitasi uneg-uneg atau pertanyaan dari pasien secara virtual dengan memanfaatkan teknologi yang telah tersedia, kita akan mengoptimalisasi peran SDM Rumah Sakit melalui dokter spesialis yang bertugas di Rumah Sakit untuk dapat terus memantau pasien dan memberikan pemahaman mengenai penyakit yang diderita tanpa harus bertatapan langsung dengan pasien, hal ini untuk menunjukkan peran tanggung jawab Rumah Sakit terhadap pelayanan Promotif masalah kesehatan”

 

Salam Sehat RSPUR

Sumber : http://www.pusdatin.kemkes.go.id/article/view/15073000001/w-a-s-p-a-d-a-2-9-juta-lebih-penduduk-indonesia-mengidap-hepatitis.html

RSPUR Akan Membuka Layanan Hemodialisa

Hemodialisa atau disebut juga cuci darah merupakan salah satu metode terapi yang digunakan pada pasien gagal ginjal. Metode ini sudah digunakan sejak tahun 1973,dan  terus mengalami perkembangan dalam tekonologinya. Sedangkan kebutuhan hemodialisa pasien yang mengalami gagal ginjal terus mengalami peningkatan hingga saat ini.

Di kota Banda Aceh saat ini hanya 2 (dua) Rumah Sakit yang menyediakan unit hemodialisa untuk pasien yang mengalami gagal ginjal. Kondisi ini menjadi alasan manajemen dan pemilik Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati berencana untuk segera membuka unit layanan Hemodialisa di RSPUR.

Direktur RS Pertamedika Ummi Rosnati menyampaikan, ” Saat ini kita mentargetkan penyelesaian perizinan untuk layanan HD kita dalam waktu dekat. Karena kita beberapa waktu yang lalu sudah selesai mengirimkan tenaga/staf medis untuk pelatihan selama 3 bulan untk memperkuat unit layanan HD. Kerjasama juga telah dijalin dengan penyedia alat untuk menyediakan 4 unit mesin Hemodialisa tipe terbaru yang nantinya bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkan.”

                                                                            Unit dan Staf Medis Hemodialisa

Selamat Hari Raya Idul Fitri

BKM RSPUR Bagikan Takjil Gratis ke Pendamping Pasien

Jumat, (16/06/2017) Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati  (RSPUR) melalui tim BKM (Badan Kemakmuran Mushalla) Asy Syifa membagikan takjil untuk berbuka puasa kepada pendamping pasien. Ratusan paket takjil ini dibagikan kepada pendamping pasien yang dirawat inap mulai dari kelas VIP hingga kelas 3 serta pendamping pasien yang berada di instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Melalui kegiatan ini kita bertujuan memberikan kemudahan berbuka puasa bagi pendamping pasien yang sedang berada di RSPUR. Sehingga mereka tidak perlu repot untuk mencari makanan berbuka dan meninggalkan keluarganya yang sedang dirawat.” Ujar koordinator Hizbullah S.Pdi.

Staf medis dan non medis RSPUR membagikan takjil kepada pendamping pasien

 

Mengingat bulan puasa merupakan bulan ibadah, Hizbullah pun mendoakan dan mengucapkan terima kasih dari takjil yang didapat dari hasil infaq/ donasi dari para manajemen dan staff RSPUR. ia pun  menjelaskan seraya mengutip hadist :

“Barangsiapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang semisal orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun.” (HR. At Tirmidzi, beliau berkata, “Hadits Hasan Shahih”)

” ya kami juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur. Semoga juga mendapatkan pahala dan keberkahan dalam amalnya mempermudah urusan orang lain dalam berpuasa.” tutupnya

dr. Adrian Almahmudi selaku ketua BKM Asy Syifa menerangkan, BKM ini baru saja dibentuk, sehingga kegiatan ini akan tetap diupayakan hingga akhir Ramadhan, diharapkan momen Ramadhan ini bisa menjadi momentum pelaksanaan kegiatan BKM RSPUR kedepannya.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Rahmad, MARS selaku direktur rumah sakit & manajemen PT ROSNATI menyampaikan agar kegiatan positif lainnya dari unit BKM bisa menjadi pemicu peningkatan amal ibadah pasien dan keluarga (bagi yang muslim) selama di RS. Pertamedika Ummi Rosnati sesuai dengan visi RS.PUR menjadi Rumah Sakit berwawasan Islami dengan pelayanan prima, pusat pendidikan berkualitas dalam membangun generasi khairu ummah. (as)

Semangat Kami La-Prima

Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati (RSPUR) mengadakan pelatihan La- Prima, Selasam . Pelatihan ini dihadiri lebih dari 25 karyawan yang baru bergabung dengan Pelayanan RSPUR baik dari pihak keamanan, perawat, cleaning service, hingga para dokter.

” ini adalah saatnya karyawan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSPUR. Segala permasalahan dapat dibicarakan terbuka, karena di sini atasan dan bawahan adalah mitra.” ujar direktur RSPUR dr. Rahmad, MARS dalam sambutannya.

Jpeg

Pemateri  H.M. Roestamadji, Drs. MM menekankan pentingnya La Prima sebagai sebagai andalan dalam memberikan pelayanan kepada karyawan.Jpeg

“Semua karyawan harus mempunyai satu tujuan yang sama, yaitu memberikan Service Excellent kepada pelanggan (pasien). Service excellent yang didasari dengan Layanan Profesional, Ramah, Ikhlas, Mutu dan Antusias adalah layanan diluar ekspektasi pelanggan. Service Excellent secara tidak langsung juga dapat memberi feedback yang positif kepada RSPUR seperti meningkatkan nama baik, meningkatkan customer loyalty dan banyak lagi hal-hal positif lainnya.” terangnya.

 

JpegJpeg

Kedepan, Wadir SDM, Umum dan Keuangan ini menyebutkan, akan banyak pelatihan yang akan diberikan kepada karyawan RSPUR agar semakin memberikan pelayanan La Prima kepada pasien pengunjung di RSPUR.

 

Jpeg
JpegSelain pelatihan La Prima,  juga diberikan sosialisasi oleh pokja MFK (Manajemen Fasilitas & Keselamatan) mengenai larangan merokok di area rumah sakit serta dari pokja PPI (Program Pengendalian Infeksi) mengenai cara dan pelatihan cuci tangan secara higienis. (as)

 

 

 

 

 

 

 

Bersama spesialis jantung, RSPUR kupas tuntas penyakit Hipertensi

img_7789

 

RS Pertamedika Ummi Rosnati (RSPUR) melakukan edukasi workshop pasien terkait penyakit hipertensi. Acara berlangsung selama 2 jam di ruang rapat utama RSPUR Sabtu, 29 April 2017.
“Ada beberapa gejala orang yang terkena hipertensi Gejala leher tidak enak, pusing. Namun justru lebih bahaya yang tidak ada tanda-tanda karena tidak mel akukan pemeriksaan lebih lanjut, Normal itu 120/80 justru yg dibawah itu bisa lumayan santai, akan tetapi paling tidak setiap rumah tangga punya satu buah alat hipertensi untuk dapat melakukan pemeriksaan secara berkala”
Terang dr. Muhammad Ridwan, MAppSc, SpJp(K), FIHA. Selaku pemateri workshop.
“Jantung harus memompa tekanan darah secara kuat maka jantung akan menebal lebih tebal sehingga ruangan menjadi kecil sehingga jadi mudah lelah”

peserta berdiskusi dengan dr spesialis terkait hipertensi

peserta berdiskusi dengan dr spesialis terkait hipertensi

“Untuk mengurangi tekanan darah tinggi maka mulailah Pola hidup sehat, mengurangi garam dan msg, menghindari kopi, rokok, serta olah raga teratur dan menjaga berat badan”
“Jika hal tersebut tidak mampu menurunkan tekanan darah, maka baru berobat ke dokter. Namun perlu ditekankan bahwa pasien juga
kenali obat, dosis dan waktu minum, memudahkan dokter untuk mengevaluasi efektivitas dari obat yg ditimbulkan.
Jika lupa, dapat mencatat dan masukkan dalam dompet sehingga kapan bertemu dokter dapat menyebutkan obat.” Terangnya.

 

Kegiatan ini dihadiri sekitar 50 peserta yang berasal dari masyarakat umum serta pengunjung maupun keluarga pasien RSPUR.

foto bersama peserta

foto bersama peserta

“Kami sangat mendapatkan manfaat dari acara ini, jauh banyak bertambah pengetahuan tentang hipertensi, semoga acara kedepan kami tetap diundang lagi.” Ujar Miftahuddin, salah satu peserta acara.

drg. Diah Moe selaku ketua panitia acara menyebutkan acara edukasi seperti ini akan rutin dilaksanakan setidaknya sebulan sekali dengan tema yang berbeda tentunya dengan mengundang narasumber yang kompeten dibidangnya. Ia juga menerangkan untuk rutin mengecek media sosial (Facebook RSPUR Banda Aceh dan Instagram RSPUR88) untuk mengetahui informasi terkait workshop yang akan diadakan. (as)

RSPUR Mulai Melaksanakan Bimbingan Akreditasi

img_7296-2Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati (RSPUR) mulai melaksanakan bimbingan akreditasi Selasa (14/03/2017). Bimbingan akreditasi ini mendatangkan dr. Sugeng Ristanto, MARS, yang juga merupakan perwakilan dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).

“akreditasi adalah upaya kita kembali kepada standar, standar yag diharapkan oleh akreditasi rumah sakit. ini adalah transformasi budaya, jika transformasi ini sudah berjalan maka Insyaallah transformasi hal lainnya seperti peningkatan layanan, serta produk medis akan mudah kita tingkatkan.”Ujar direktur RSPUR, dr. Rahmad, MARS di sela- sela penyambutannya.

“manfaatkan momen ini untuk bertanya dan diskusi dengan dr Sugeng agar standar rumah sakit kita bisa menjadi lebih baik dalam melayani kesehatan masyarakat.” Tutup dr. Rahmad.

Acara yang dilaksanakan di ruang rapat inti ini dihadiri oleh dewan pengawas, para direksi serta seluruh panitia akreditasi RSPUR.

dr. Sugeng Ristanto, MARS selaku pembimbing akreditasi menyatakan bahwa RSPUR sudah tepat untuk memulai segala sesuatu dengan standar yang baik meskipun usianya baru berusia kurang lebih satu tahun.

“Adanya bimbingan akreditasi ini adalah momen dimana RSPUR memulai semuanya dengan benar tidak keluar jalur , meskipun setahun baru berdiri, jika sudah terlanjur keliru maka akan sulit mengubahnya.”

Ia juga menekankan tahapan proses yang harus dilalui para pelaksana maupun manajemen Rumah Sakit.

“Untuk bisa menjadi budaya ada lima tahapan yang harus dilalui yaitu dipaksa; dengan adanya akreditasi kita dipaksa apalagi dengan adanya peraturan bpjs yang mewajibkan akreditasi; dipaksa untuk melakukan segala suatu dgn benar. Setelah dipaksa kita akan terpaksa, lalu setelah terpaksa kita akan menjadi bisa, terbiasa, dan akhirnya membudaya.”

Ia juga menjelaskan beberapa hal yang dapat menjadi pegangan dalam melaksanakan segalanya dengan benar yaitu; kita memberi layanan pada pasien dengan baik dan benar; fastabikhul khoirat kita berlomba dalam kebaikan; dan yang terakhir adalah mulailah dari diri sendiri.

Pelaksanaan bimbingan ini direncanakan akan berlangsung hingga sabtu (18/03/2017). Selain dr Sugeng, Bimbingan juga akan dilaksanakan oleh ibu Tri Kundayani, Spd, MM. Wadir SDM Umum Rumah Sakit Pertamina Cirebon.(as)

Tim RS Pertamedika Ummi Rosnati membantu korban bencana Gempa Pidie Jaya

Tim RSPUR Bersiap berangkat menuju Pidie Jaya di Hari Bencana 7/12/2016

RS Pertamedika Ummi Rosnati (RSPUR) memberikan pertolongan medis terhadap korban bencana gempa 6,4 SR di Pidie Jaya yang terjadi 7 Desember 2016 lalu. Dihari yang sama, sebanyak 4 orang diberangkatkan menuju lokasi bencana. Dengan menggunakan Ambulance dokter dan perawat telah mempersiapkan obat-obatan untuk tindakan emergency dan luka ringan.

img_5265

Pemeriksaan kesehatan bagi para korban

“Banyak bangunan dan jalan yang rusak parah ketika kami tiba, beberapa posko yang telah didirikan oleh beberapa lembaga terlihat dipenuhi dengan masyarakat yang mengungsi dari tempat tinggal mereka.” kenang dr. Yahdi Wanda Syahputra Siregar selaku ketua rombongan tim.

Korban yang diperiksa di tempat pengungsian mengalami demam dan gangguan pencernaan, selain itu juga mengalami trauma dikarenakan terjadinya goncangan dahsyat disertai beberapa kali gempa susulan. Turut hadir pula Menteri BUMN Rini Soemarno yang ikut memberikan semangat kepada korban gempa.

image1

Tim Ke 2 berfoto bersama Menteri BUMN

“Kegiatan cepat tanggap ini sengaja kita laksanakan sebagai bentuk solidaritas rasa kemanusiaan. Karena meskipun bukan dalam bentuk materi, pertolongan medis ini diharapkan dapat mengurangi beban yang dipikul saudara- saudara kita di Pidie Jaya yang terkena musibah.” ujarnya.

img_5396

Tim Ke 3 melakukan pemeriksaan kesehatan gratis di Posko bencana

Setelah hari ke 3 pasca musibah gempa, tim yang diketuai dr Wanda berangkat pulang ke Banda Aceh. Bakti RSPUR terhadap tanggap bencana gempa Pidie dilanjutkan dengan Tim medis gelombang kedua menuju lokasi bencana. Hingga tulisan ini diturunkan, tim medis RSPUR masih berada di lokasi untuk memberikan pertolongan medis. (as)

Kegiatan Bakti RSPUR dalam Tanggap Bencana Gempa 6,4 SR Pidie Jaya

Tim RSPUR Bersiap berangkat di Hari Bencana 7 Desember 2016na

Tim RSPUR Bersiap berangkat di Hari Bencana 7 Desember 2016

 

 

Tim Telah tiba di posko mufid

Tim Telah tiba di posko mufid

Tim Tiba di RSUD Tgk. Abdullah Syafii Bereuneun

Tim Tiba di RSUD Tgk. Abdullah Syafii Bereuneun

img_5235img_5237img_5241img_5242img_5245img_5248img_5250img_5251img_5253img_5254img_5255img_5257img_5259img_5265img_5267img_5268img_5270img_5271img_5272img_5275img_5276img_5277img_5278img_5279img_5280img_5304img_5306img_5308img_5309img_5310img_5311

Terima Kasih Tim!telah ikut memberikan pertolongan medis hingga H+3

Terima Kasih Tim!telah ikut memberikan pertolongan medis hingga H+3

Tim kedua berangkat menuju lokasi bencana

Tim kedua berangkat menuju lokasi bencana

img_5326

img_5324

Tim Kedua RSPUR melayani korban gempa yang membutuhkan pemeriksaan medis hingga larut malam