BKM RSPUR Bagikan Takjil Gratis ke Pendamping Pasien

Jumat, (16/06/2017) Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati  (RSPUR) melalui tim BKM (Badan Kemakmuran Mushalla) Asy Syifa membagikan takjil untuk berbuka puasa kepada pendamping pasien. Ratusan paket takjil ini dibagikan kepada pendamping pasien yang dirawat inap mulai dari kelas VIP hingga kelas 3 serta pendamping pasien yang berada di instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Melalui kegiatan ini kita bertujuan memberikan kemudahan berbuka puasa bagi pendamping pasien yang sedang berada di RSPUR. Sehingga mereka tidak perlu repot untuk mencari makanan berbuka dan meninggalkan keluarganya yang sedang dirawat.” Ujar koordinator Hizbullah S.Pdi.

Staf medis dan non medis RSPUR membagikan takjil kepada pendamping pasien

 

Mengingat bulan puasa merupakan bulan ibadah, Hizbullah pun mendoakan dan mengucapkan terima kasih dari takjil yang didapat dari hasil infaq/ donasi dari para manajemen dan staff RSPUR. ia pun  menjelaskan seraya mengutip hadist :

“Barangsiapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang semisal orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun.” (HR. At Tirmidzi, beliau berkata, “Hadits Hasan Shahih”)

” ya kami juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur. Semoga juga mendapatkan pahala dan keberkahan dalam amalnya mempermudah urusan orang lain dalam berpuasa.” tutupnya

dr. Adrian Almahmudi selaku ketua BKM Asy Syifa menerangkan, BKM ini baru saja dibentuk, sehingga kegiatan ini akan tetap diupayakan hingga akhir Ramadhan, diharapkan momen Ramadhan ini bisa menjadi momentum pelaksanaan kegiatan BKM RSPUR kedepannya.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Rahmad, MARS selaku direktur rumah sakit & manajemen PT ROSNATI menyampaikan agar kegiatan positif lainnya dari unit BKM bisa menjadi pemicu peningkatan amal ibadah pasien dan keluarga (bagi yang muslim) selama di RS. Pertamedika Ummi Rosnati sesuai dengan visi RS.PUR menjadi Rumah Sakit berwawasan Islami dengan pelayanan prima, pusat pendidikan berkualitas dalam membangun generasi khairu ummah. (as)

Semangat Kami La-Prima

Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati (RSPUR) mengadakan pelatihan La- Prima, Selasam . Pelatihan ini dihadiri lebih dari 25 karyawan yang baru bergabung dengan Pelayanan RSPUR baik dari pihak keamanan, perawat, cleaning service, hingga para dokter.

” ini adalah saatnya karyawan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RSPUR. Segala permasalahan dapat dibicarakan terbuka, karena di sini atasan dan bawahan adalah mitra.” ujar direktur RSPUR dr. Rahmad, MARS dalam sambutannya.

Jpeg

Pemateri  H.M. Roestamadji, Drs. MM menekankan pentingnya La Prima sebagai sebagai andalan dalam memberikan pelayanan kepada karyawan.Jpeg

“Semua karyawan harus mempunyai satu tujuan yang sama, yaitu memberikan Service Excellent kepada pelanggan (pasien). Service excellent yang didasari dengan Layanan Profesional, Ramah, Ikhlas, Mutu dan Antusias adalah layanan diluar ekspektasi pelanggan. Service Excellent secara tidak langsung juga dapat memberi feedback yang positif kepada RSPUR seperti meningkatkan nama baik, meningkatkan customer loyalty dan banyak lagi hal-hal positif lainnya.” terangnya.

 

JpegJpeg

Kedepan, Wadir SDM, Umum dan Keuangan ini menyebutkan, akan banyak pelatihan yang akan diberikan kepada karyawan RSPUR agar semakin memberikan pelayanan La Prima kepada pasien pengunjung di RSPUR.

 

Jpeg
JpegSelain pelatihan La Prima,  juga diberikan sosialisasi oleh pokja MFK (Manajemen Fasilitas & Keselamatan) mengenai larangan merokok di area rumah sakit serta dari pokja PPI (Program Pengendalian Infeksi) mengenai cara dan pelatihan cuci tangan secara higienis. (as)

 

 

 

 

 

 

 

Bersama spesialis jantung, RSPUR kupas tuntas penyakit Hipertensi

img_7789

 

RS Pertamedika Ummi Rosnati (RSPUR) melakukan edukasi workshop pasien terkait penyakit hipertensi. Acara berlangsung selama 2 jam di ruang rapat utama RSPUR Sabtu, 29 April 2017.
“Ada beberapa gejala orang yang terkena hipertensi Gejala leher tidak enak, pusing. Namun justru lebih bahaya yang tidak ada tanda-tanda karena tidak mel akukan pemeriksaan lebih lanjut, Normal itu 120/80 justru yg dibawah itu bisa lumayan santai, akan tetapi paling tidak setiap rumah tangga punya satu buah alat hipertensi untuk dapat melakukan pemeriksaan secara berkala”
Terang dr. Muhammad Ridwan, MAppSc, SpJp(K), FIHA. Selaku pemateri workshop.
“Jantung harus memompa tekanan darah secara kuat maka jantung akan menebal lebih tebal sehingga ruangan menjadi kecil sehingga jadi mudah lelah”

peserta berdiskusi dengan dr spesialis terkait hipertensi

peserta berdiskusi dengan dr spesialis terkait hipertensi

“Untuk mengurangi tekanan darah tinggi maka mulailah Pola hidup sehat, mengurangi garam dan msg, menghindari kopi, rokok, serta olah raga teratur dan menjaga berat badan”
“Jika hal tersebut tidak mampu menurunkan tekanan darah, maka baru berobat ke dokter. Namun perlu ditekankan bahwa pasien juga
kenali obat, dosis dan waktu minum, memudahkan dokter untuk mengevaluasi efektivitas dari obat yg ditimbulkan.
Jika lupa, dapat mencatat dan masukkan dalam dompet sehingga kapan bertemu dokter dapat menyebutkan obat.” Terangnya.

 

Kegiatan ini dihadiri sekitar 50 peserta yang berasal dari masyarakat umum serta pengunjung maupun keluarga pasien RSPUR.

foto bersama peserta

foto bersama peserta

“Kami sangat mendapatkan manfaat dari acara ini, jauh banyak bertambah pengetahuan tentang hipertensi, semoga acara kedepan kami tetap diundang lagi.” Ujar Miftahuddin, salah satu peserta acara.

drg. Diah Moe selaku ketua panitia acara menyebutkan acara edukasi seperti ini akan rutin dilaksanakan setidaknya sebulan sekali dengan tema yang berbeda tentunya dengan mengundang narasumber yang kompeten dibidangnya. Ia juga menerangkan untuk rutin mengecek media sosial (Facebook RSPUR Banda Aceh dan Instagram RSPUR88) untuk mengetahui informasi terkait workshop yang akan diadakan. (as)

RSPUR Mulai Melaksanakan Bimbingan Akreditasi

img_7296-2Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati (RSPUR) mulai melaksanakan bimbingan akreditasi Selasa (14/03/2017). Bimbingan akreditasi ini mendatangkan dr. Sugeng Ristanto, MARS, yang juga merupakan perwakilan dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).

“akreditasi adalah upaya kita kembali kepada standar, standar yag diharapkan oleh akreditasi rumah sakit. ini adalah transformasi budaya, jika transformasi ini sudah berjalan maka Insyaallah transformasi hal lainnya seperti peningkatan layanan, serta produk medis akan mudah kita tingkatkan.”Ujar direktur RSPUR, dr. Rahmad, MARS di sela- sela penyambutannya.

“manfaatkan momen ini untuk bertanya dan diskusi dengan dr Sugeng agar standar rumah sakit kita bisa menjadi lebih baik dalam melayani kesehatan masyarakat.” Tutup dr. Rahmad.

Acara yang dilaksanakan di ruang rapat inti ini dihadiri oleh dewan pengawas, para direksi serta seluruh panitia akreditasi RSPUR.

dr. Sugeng Ristanto, MARS selaku pembimbing akreditasi menyatakan bahwa RSPUR sudah tepat untuk memulai segala sesuatu dengan standar yang baik meskipun usianya baru berusia kurang lebih satu tahun.

“Adanya bimbingan akreditasi ini adalah momen dimana RSPUR memulai semuanya dengan benar tidak keluar jalur , meskipun setahun baru berdiri, jika sudah terlanjur keliru maka akan sulit mengubahnya.”

Ia juga menekankan tahapan proses yang harus dilalui para pelaksana maupun manajemen Rumah Sakit.

“Untuk bisa menjadi budaya ada lima tahapan yang harus dilalui yaitu dipaksa; dengan adanya akreditasi kita dipaksa apalagi dengan adanya peraturan bpjs yang mewajibkan akreditasi; dipaksa untuk melakukan segala suatu dgn benar. Setelah dipaksa kita akan terpaksa, lalu setelah terpaksa kita akan menjadi bisa, terbiasa, dan akhirnya membudaya.”

Ia juga menjelaskan beberapa hal yang dapat menjadi pegangan dalam melaksanakan segalanya dengan benar yaitu; kita memberi layanan pada pasien dengan baik dan benar; fastabikhul khoirat kita berlomba dalam kebaikan; dan yang terakhir adalah mulailah dari diri sendiri.

Pelaksanaan bimbingan ini direncanakan akan berlangsung hingga sabtu (18/03/2017). Selain dr Sugeng, Bimbingan juga akan dilaksanakan oleh ibu Tri Kundayani, Spd, MM. Wadir SDM Umum Rumah Sakit Pertamina Cirebon.(as)

Tim RS Pertamedika Ummi Rosnati membantu korban bencana Gempa Pidie Jaya

Tim RSPUR Bersiap berangkat menuju Pidie Jaya di Hari Bencana 7/12/2016

RS Pertamedika Ummi Rosnati (RSPUR) memberikan pertolongan medis terhadap korban bencana gempa 6,4 SR di Pidie Jaya yang terjadi 7 Desember 2016 lalu. Dihari yang sama, sebanyak 4 orang diberangkatkan menuju lokasi bencana. Dengan menggunakan Ambulance dokter dan perawat telah mempersiapkan obat-obatan untuk tindakan emergency dan luka ringan.

img_5265

Pemeriksaan kesehatan bagi para korban

“Banyak bangunan dan jalan yang rusak parah ketika kami tiba, beberapa posko yang telah didirikan oleh beberapa lembaga terlihat dipenuhi dengan masyarakat yang mengungsi dari tempat tinggal mereka.” kenang dr. Yahdi Wanda Syahputra Siregar selaku ketua rombongan tim.

Korban yang diperiksa di tempat pengungsian mengalami demam dan gangguan pencernaan, selain itu juga mengalami trauma dikarenakan terjadinya goncangan dahsyat disertai beberapa kali gempa susulan. Turut hadir pula Menteri BUMN Rini Soemarno yang ikut memberikan semangat kepada korban gempa.

image1

Tim Ke 2 berfoto bersama Menteri BUMN

“Kegiatan cepat tanggap ini sengaja kita laksanakan sebagai bentuk solidaritas rasa kemanusiaan. Karena meskipun bukan dalam bentuk materi, pertolongan medis ini diharapkan dapat mengurangi beban yang dipikul saudara- saudara kita di Pidie Jaya yang terkena musibah.” ujarnya.

img_5396

Tim Ke 3 melakukan pemeriksaan kesehatan gratis di Posko bencana

Setelah hari ke 3 pasca musibah gempa, tim yang diketuai dr Wanda berangkat pulang ke Banda Aceh. Bakti RSPUR terhadap tanggap bencana gempa Pidie dilanjutkan dengan Tim medis gelombang kedua menuju lokasi bencana. Hingga tulisan ini diturunkan, tim medis RSPUR masih berada di lokasi untuk memberikan pertolongan medis. (as)

Kegiatan Bakti RSPUR dalam Tanggap Bencana Gempa 6,4 SR Pidie Jaya

Tim RSPUR Bersiap berangkat di Hari Bencana 7 Desember 2016na

Tim RSPUR Bersiap berangkat di Hari Bencana 7 Desember 2016

 

 

Tim Telah tiba di posko mufid

Tim Telah tiba di posko mufid

Tim Tiba di RSUD Tgk. Abdullah Syafii Bereuneun

Tim Tiba di RSUD Tgk. Abdullah Syafii Bereuneun

img_5235img_5237img_5241img_5242img_5245img_5248img_5250img_5251img_5253img_5254img_5255img_5257img_5259img_5265img_5267img_5268img_5270img_5271img_5272img_5275img_5276img_5277img_5278img_5279img_5280img_5304img_5306img_5308img_5309img_5310img_5311

Terima Kasih Tim!telah ikut memberikan pertolongan medis hingga H+3

Terima Kasih Tim!telah ikut memberikan pertolongan medis hingga H+3

Tim kedua berangkat menuju lokasi bencana

Tim kedua berangkat menuju lokasi bencana

img_5326

img_5324

Tim Kedua RSPUR melayani korban gempa yang membutuhkan pemeriksaan medis hingga larut malam

Beginilah Keseruan dan Kekompakan Tim RSPUR dalam Acara Employee Gathering

RS Pertamedika Ummi Rosnati (RSPUR) mengadakan acara Employee Gathering Minggu (30/10/2016), acara yang dilaksanakan di pantai Lampuuk ini dihadiri 55 karyawan RSPUR yang terdiri dari berbagai pihak, seperti security, cleaning service, perawat, dokter, dan manajemen/direksi RSPUR.

peserta tiba di pantai Lampuuk

peserta tiba di pantai Lampuuk

“Acara ini sengaja kita laksanakan untuk membangkitkan semangat kerja dan kebersamaan sekaligus menghilangkan kesenjangan antara karyawan dan direksi, di sini kita semua sama, melepas atribut jabatan masing-masing. Karyawan maupun direksi RSPUR adalah satu tubuh, senasib dan sepenanggungan, tidak ada perbedaan.” Ujar Direktur RSPUR, dr. Rahmad, MARS.

Direktur RSPUR memberikan arahan

Direktur RSPUR memberikan arahan

Acara dimulai sejak pukul 8 pagi hingga pukul 3 sore diisi dengan berbagai kegiatan perlombaan yang memiliki filosofi tersendiri mengenai kinerja tim.

dsc_0691

 

“Perlombaan yang telah kita susun dalam acara ini semuanya sangat berkaitan dengan team building. Jadi semuanya memiliki makna tersendiri yang harus dipahami. Baik dari sikap bawahan terhadap pimpinan, rekan kerja, maupun sebaliknya, sikap pimpinan kepada bawahannya.” Ujar dr. Rio Rinaldy selaku ketua panitia.

Sementara itu para peserta terlihat sangat antusias dan menikmati acara, meskipun keesokan harinya mereka harus kembali melakukan aktivitasnya masing-masing.

dsc_0555

“Kami sangat senang dengan diadakannya acara seperti ini, selain memunculkan kekompakkan, acara ini juga menghilangkan kejenuhan terhadap aktivitas kantor sehari-hari.” Ujar Fakrina salah satu peserta dalam acara.

dsc_0624Di akhir acara, Wadir SDM Umum dan Keuangan, M. Roestamadji, MM membacakan prinsip dan ikrar janji pegawai RSPUR, tidak lain agar La Prima tetap mengakar di hati semua. Selanjutnya ditutup oleh Wadir pelayanan dan Medis, dr. Muhammad Syakir, SP.An yang menekankan pentingnya penguatan internal dari berbagai pihak. Upaya ini untuk mendorong terciptanya motivasi para pegawai untuk saling bekerjasama dan meningkatkan kekompakkan menghalau apapun serangan dari luar.

Kedepan, acara Employee Gathering ini akan dilaksanakan paling tidak dua atau tiga bulan sekali, tentunya dengan peserta yang berbeda mengingat aktivitas/ operasional RSPUR adalah berbasis layanan kesehatan. (as)

dsc_0662

RSPUR Menjadi Bagian dalam Penelitian Safe Childbirth Checklist WHO

RS Pertamedika Ummi Rosnati (RSPUR) menjadi salah satu dari 18 pelayanan kesehatan di Aceh yang dijadikan sampel penelitian Safe Childbirth Checklist (SCC) WHO. Para peneliti yang berasal dari kerjasama Unsyiah dan Georg-August Universität Gὂttingen Jerman ini memaparkan mengenai checklist persalinan yang sebaiknya menjadi acuan para bidan dalam proses persalinan, Jumat (21/10/2016). Acara yang berlangsung di ruang rapat utama ini diikuti oleh belasan bidan RSPUR.

“Penelitian ini adalah untuk mengimplementasikan Safe Childbirth Checklist punya WHO yang sudah diadaptasikan dengan konteks lokal. Implementasi hasil checklist ini akan dilakukan serentak selama 6 bulan di 18 fasilitas pelayanan kesehatan di Banda Aceh, Aceh Besar dan Bireun.” Ujar Farah Diba, MScPH selaku pemateri.

k-fara

Pemaparan checklist persalinan oleh Farah Diba, MScPH

Farah menerangkan bahwa SCC ini sebenarnya sudah diimplementasikan di 8 negara di dunia, sementara di Indonesia sendiri baru pertama kalinya di Aceh, salah satunya di RS Pertamedika Ummi Rosnati ini.  Setelah diterapkan selama 6 bulan kedepan nanti, diharapkan ada jumlah penurunan angka kematian ibu & bayi akibat komplikasi persalinan.

img_4352

Foto bersama para peneliti, perawat dan bidan RSPUR

Nadya Juniyanti, Amd.keb, selaku pengawas kebidanan RSPUR menyatakan pentingnya pengenalan checklist persalinan ini selain menekan angka kematian ibu dan anak juga sebagai reminder para bidan maupun perawat dalam proses persalinan.

“kami sangat senang dan antusias menjadi bagian dari program penelitian pertama terkait Safe Childbirth Checklist di Indonesia ini. Selain mendapatkan tambahan ilmu, tools ini juga menjadi pengingat bagi para bidan dalam melaksanakan proses persalinan, sehingga dapat meminimalisir risiko.” ujarnya.(as)

RSPUR Memberikan Pelatihan Service Excellent Kepada Karyawan

RS Pertamedika Ummi Rosnati (RSPUR) memberikan pelatihan soft skills bagi karyawannya, Sabtu (3/9/2016). Acara yang bertempat di ruang rapat utama ini dibuka oleh Direktur dan Wadir medis pelayanan RSPUR, sementara materi pelatihan Service Excellent ini di sampaikan oleh Wadir SDM dan keuangan, Drs. HM. Roestamadji, MM.

IMG-20160905-WA0007

( Direktur RSPUR, DrRahmad, MARS sedang memberikan pengarahan )

“ Pelatihan ini sengaja kita adakan untuk mempersiapkan SDM yang handal, karena memang fokus kita selain customer focus, adalah human capital. Artinya, manusia bukan lagi dianggap sebagai unit cost, tapi lebih kepada aset.”Ujar Roestamadji.

Roestam juga menekankan pentingnya pelayanan prima sebagai bagian service excellent.“Pelayanan Prima adalah pelayanan Profesional, Ramah, Ikhlas, Bermutu, dan Antusias.Masing masing memiliki arti penting yang harus bersinergi dalam implementasi pelayanan yang baik.Hal ini perlu dipahami dan dilaksanakan demi meningkatkan kepuasan pelanggan, menjaga hubungan baik, juga menjaga kesetiaan pelanggan.” Terangnya.

IMG-20160905-WA0008

( Wadir SDM & Keuangan, Drs. HM. Roestamadji, MM sedang memberikan pelatihan Service Excellence kepada karyawan RSPUR )

Acara yang berlangsung selama3,5 jam ini diikuti lebih dari 33 karyawan baru, baik dari perawat, dan manajemen pendukung RSPUR. Kedepan, Pria yang pernah menjadi manager pengembangan bisnisPertamedika Jakarta ini juga menyebutkan,pelatihan soft skills dan Leadership akan rutin diberikan setiap bulan kepada karyawan demi mempersiapkan SDM yang handal dan profesional di RSPUR.

“Disadari sepenuhnya, bahwa dalam persaingan bisnis layanan kesehatan terutama Rumah Sakit yang mengalami turbulensi ini, bukan kepada fisik bangunan ataupun kecanggihan alat semata, tetapi kualitas layanan SDM menempati urutan pertama dalam siklus layanan kesehatan di Rumah Sakit. Oleh sebab itu RSPUR akan melakukan perbaikan yang berkesinambungan ( contineus improvement) melalu ipelatihan berbagai kebutuhan layanan” pungkasnya.