Kelainan dalam Mulut pada Hipertensi

Dalam kondisi normal, tekanan darah saat jantung memompa darah (tekanan sistolik) adalah < 120  mmHg, sementara tekanan darah saat jantung istirahat (tekanan diastolik) adalah < 80 mmHg. Pada penderita hipertensi, terjadi peningkatan tekanan darah secara abnormal, yaitu tekanan sistolik >140mmHg dan diastolik >90 mmHg.

Jika dahulu  hipertensi lebih banyak diderita oleh orang lanjut usia, saat ini semakin banyak kasus hipertensi yang terjadi pada kelompok usia produktif (dibawah 50 tahun). Mengingat tingginya prevalensi penyakit ini di masyarakat dan sebagian besar penderita tidak menyadarinta, maka hal ini patut mendapat perhatian lebih dari tenaga medis, tak terkecuali dokter gigi.

Manifestasi dalam mulut terjadi karena pengobatan yang dilakukan. Pemakaian obat seperti golongan diuretic, beta blocker, angiotensinm converting enzymm dan calcium channel blocker yang dikosumsi jangka pangjang untuk menurunkan tekanan darah, menyebabkan terjadinya :

  1. Xerostomia atau mulut kering
  2. Gangguan Pengencapan
  3. Ulcerasi atau luka pada mukosa  mulut
  4. Glossitis atau peradangan pada lidah yang ditandai dengan pembengkakan lidah sehingga lidah menjadi lebih pucat dan lebih licin.
  5. Hiperplasia ginggival, yaitu pembesaran pada gusi sehingga sisa  makanan mudah melekat pada gusi dan terbentuk karang gigi.

Tips untuk perawatan kesehatan gigi dengan hipertensi :

  1. Sikat gigi minimal 2 kali sehari.
  2. Menggunakan dental floss.
  3. Mengonsumi permen karet yang tidak mengandung glukosa untuk merangsang cairan ludah.
  4. Memakai dry mouth gel untuk mengatasi mulut kering.
  5. Rutin mengganti sikat gigi setiap 3  bulan sekali.
  6. Melakukan pemeriksaan, perawatan dan pembersihan karang gigi secara berkala.