Checklist ISPA pada Anak: 7 Tanda yang Tidak Boleh Diabaikan
Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) merupakan penyebab tersering anak berobat ke dokter. Sebagian besar kasus bersifat ringan dan dapat sembuh sendiri, tetapi beberapa dapat berkembang menjadi pneumonia atau komplikasi serius.

Checklist ISPA pada Anak: 7 Tanda yang Tidak Boleh Diabaikan
Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) merupakan penyebab kunjungan anak ke dokter yang paling sering di seluruh dunia. Di Indonesia, ISPA juga menjadi salah satu penyakit dengan prevalensi tertinggi pada balita berdasarkan Riskesdas 2018.
Sebagian besar ISPA disebabkan oleh virus sehingga dapat sembuh dengan perawatan yang tepat di rumah. Namun, sebagian kasus dapat berkembang menjadi pneumonia atau infeksi serius lainnya yang membutuhkan penanganan medis segera.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda bahaya agar anak memperoleh pertolongan secepat mungkin apabila kondisinya memburuk.
Apa Itu ISPA?
Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) adalah infeksi yang menyerang saluran napas bagian atas, meliputi:
- Hidung.
- Sinus.
- Tenggorokan (faring).
- Kotak suara (laring).
Sekitar 80–90% kasus ISPA pada anak disebabkan oleh virus, sehingga antibiotik tidak selalu diperlukan.
Bagian Saluran Pernapasan yang Dapat Terkena ISPA
Beberapa bagian saluran napas yang sering mengalami infeksi antara lain:
- Hidung dan sinus, yang dapat menyebabkan rinitis atau sinusitis.
- Tenggorokan (faring), yang dapat menyebabkan faringitis maupun tonsilitis.
- Kotak suara (laring), yang dapat menyebabkan laringitis atau croup (krup).
Penyebab ISPA pada Anak
Infeksi Virus
Sebagian besar ISPA disebabkan oleh virus, antara lain:
- Rhinovirus.
- Virus influenza.
- Virus parainfluenza.
- Respiratory Syncytial Virus (RSV).
- Adenovirus.
- Coronavirus.
Infeksi Bakteri
Sebagian kecil kasus disebabkan oleh bakteri, seperti:
- Streptococcus pyogenes.
- Streptococcus pneumoniae.
- Haemophilus influenzae.
Infeksi bakteri lebih sering memerlukan terapi antibiotik sesuai hasil pemeriksaan dokter.
Bagaimana ISPA Menular?
ISPA dapat menular melalui beberapa cara, yaitu:
- Droplet, yaitu percikan batuk atau bersin dari penderita.
- Kontak langsung, misalnya menyentuh benda yang terkontaminasi kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut.
- Udara, terutama pada ruangan tertutup dengan ventilasi yang kurang baik.
Anak-anak lebih mudah tertular karena sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang sempurna dan sering berinteraksi dengan teman sebaya di sekolah maupun tempat bermain.
Checklist: 7 Tanda Bahaya ISPA pada Anak
Gunakan daftar berikut sebagai panduan sederhana untuk menilai kondisi anak di rumah.
Apabila satu atau lebih tanda berikut muncul, terutama bila disertai kondisi anak yang semakin lemah, segera konsultasikan ke dokter.
1. Demam Tidak Turun atau Naik Kembali
Yang Masih Dianggap Normal
- Demam ringan sekitar 37,5–38,5°C.
- Terjadi pada 2–3 hari pertama infeksi virus.
- Membaik setelah pemberian obat penurun panas sesuai dosis.
Yang Perlu Diwaspadai
- Demam ≥39°C yang tidak membaik setelah obat penurun panas.
- Demam berlangsung lebih dari 3 hari.
- Demam sempat turun kemudian naik kembali dengan suhu lebih tinggi.
- Demam disertai ruam pada kulit.
Mengapa Berbahaya?
Demam yang menetap atau semakin tinggi dapat menjadi tanda infeksi bakteri maupun pneumonia yang memerlukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
2. Napas Cepat atau Sesak Napas
Anak dengan ISPA ringan mungkin bernapas sedikit lebih cepat saat demam. Namun, kesulitan bernapas tidak boleh dianggap normal.
Batas Napas Cepat Menurut WHO
| Usia | Napas Cepat |
|---|---|
| <2 bulan | ≥60 kali/menit |
| 2–11 bulan | ≥50 kali/menit |
| 1–5 tahun | ≥40 kali/menit |
Tanda Sesak Napas yang Harus Diwaspadai
- Cuping hidung mengembang saat bernapas.
- Tarikan dinding dada ke dalam (retraksi).
- Kepala ikut mengangguk saat bernapas.
- Anak sulit minum atau menyusu karena sesak.
Mengapa Berbahaya?
Napas cepat dan sesak merupakan salah satu tanda utama pneumonia pada anak. Kondisi ini memerlukan pemeriksaan segera karena pneumonia masih menjadi penyebab utama kematian akibat infeksi pada anak di berbagai negara.
3. Batuk yang Semakin Memburuk atau Berubah
Batuk merupakan gejala yang paling sering muncul pada ISPA. Namun, orang tua perlu memperhatikan apabila karakter batuk berubah atau justru semakin berat.
Yang Masih Dianggap Normal
- Batuk kering atau berdahak ringan.
- Berangsur membaik dalam waktu 7–10 hari.
Yang Perlu Diwaspadai
- Batuk semakin berat setelah hari ke-5.
- Dahak berwarna kuning kehijauan.
- Batuk disertai darah.
- Batuk "menggonggong" seperti suara anjing (croup).
- Batuk terus-menerus hingga anak muntah.
Mengapa Berbahaya?
Perubahan karakter batuk dapat menandakan infeksi telah menyebar ke saluran napas bawah atau berkembang menjadi komplikasi seperti bronkiolitis maupun pneumonia.
4. Anak Menolak Makan atau Minum
Saat sakit, nafsu makan anak memang sering berkurang. Namun, anak tetap harus mendapatkan asupan cairan yang cukup.
Yang Masih Dianggap Normal
- Nafsu makan sedikit menurun.
- Masih mau minum atau menyusu.
Yang Perlu Diwaspadai
- Tidak mau minum selama lebih dari 6 jam.
- Bayi menolak menyusu.
- Bibir dan mulut tampak kering.
- Menangis tanpa air mata.
- Popok tetap kering selama 6–8 jam pada bayi.
Mengapa Berbahaya?
Anak lebih mudah mengalami dehidrasi dibandingkan orang dewasa. Bila dehidrasi berat terjadi, anak mungkin memerlukan cairan infus di rumah sakit.
5. Perubahan Kesadaran atau Perilaku
Perubahan perilaku merupakan salah satu tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan.
Yang Masih Dianggap Normal
- Anak lebih rewel dari biasanya.
- Mudah mengantuk tetapi masih dapat diajak berinteraksi.
Yang Perlu Diwaspadai
- Sangat lemah dan tidak mau bermain.
- Sulit dibangunkan.
- Tidak merespons saat dipanggil.
- Mengalami kejang.
- Rewel terus-menerus dan sulit ditenangkan.
Mengapa Berbahaya?
Perubahan kesadaran dapat menjadi tanda komplikasi serius seperti meningitis atau sepsis yang memerlukan penanganan segera.
6. Nyeri Dada atau Nyeri Perut
Pada beberapa anak, ISPA dapat menimbulkan keluhan nyeri.
Yang Masih Dianggap Normal
- Nyeri ringan pada otot dada akibat batuk.
Yang Perlu Diwaspadai
- Nyeri dada saat bernapas.
- Nyeri perut hebat.
- Nyeri dada disertai sesak napas.
- Anak tampak kesakitan setiap kali menarik napas.
Mengapa Berbahaya?
Nyeri dada dapat menjadi tanda adanya peradangan pada selaput paru (pleuritis) atau penumpukan cairan di sekitar paru (efusi pleura) yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
7. Gejala Berlangsung Terlalu Lama
Sebagian besar ISPA akibat virus akan membaik secara bertahap.
Yang Masih Dianggap Normal
- Gejala membaik dalam 7–10 hari.
- Batuk ringan dapat bertahan hingga 2–3 minggu.
Yang Perlu Diwaspadai
- Demam atau gejala memburuk setelah hari ke-7.
- Kondisi sempat membaik kemudian memburuk kembali (double worsening).
- Pembengkakan kelenjar getah bening di leher tidak mengecil dalam waktu 2 minggu.
- ISPA berulang lebih dari 6 kali dalam setahun.
Mengapa Berbahaya?
ISPA yang berulang atau berkepanjangan dapat menjadi tanda adanya gangguan daya tahan tubuh, alergi, atau penyakit lain yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Apa yang Bisa Dilakukan di Rumah?
Apabila anak mengalami ISPA ringan tanpa tanda bahaya, beberapa langkah berikut dapat membantu proses pemulihan.
Pastikan Anak Mendapat Cukup Cairan
- Berikan air putih lebih sering.
- Tingkatkan frekuensi menyusu pada bayi.
- Berikan ASI sesuai kebutuhan.
- Hindari minuman yang terlalu manis.
Berikan Waktu Istirahat yang Cukup
Biarkan anak beristirahat sesuai kebutuhannya.
Tidak perlu memaksa anak menghabiskan makanan apabila nafsu makan sedang menurun, tetapi pastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi.
Jaga Kenyamanan Anak
Beberapa cara yang dapat dilakukan:
- Gunakan humidifier bila tersedia.
- Bersihkan hidung bayi menggunakan larutan saline sesuai anjuran.
- Tinggikan posisi kepala saat tidur (sesuai usia dan keamanan) untuk membantu mengurangi hidung tersumbat.
Obat yang Aman untuk Anak
Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua:
- Gunakan paracetamol sesuai dosis berdasarkan berat badan apabila anak mengalami demam atau nyeri.
- Jangan memberikan aspirin kepada anak karena dapat meningkatkan risiko Sindrom Reye.
- Jangan memberikan antibiotik tanpa resep dokter, karena sebagian besar ISPA disebabkan oleh virus sehingga antibiotik tidak memberikan manfaat.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera bawa anak ke dokter apabila mengalami salah satu kondisi berikut:
- Demam ≥38,5°C selama lebih dari 3 hari.
- Napas lebih cepat dari batas normal sesuai usianya.
- Batuk semakin berat setelah hari ke-5.
- Tidak mau minum selama lebih dari 6 jam.
- Muncul tanda dehidrasi.
- Anak tampak sangat lemah atau mengantuk berlebihan.
- Gejala tidak membaik setelah 10 hari.
Pemeriksaan sejak dini membantu dokter menentukan apakah anak hanya mengalami ISPA ringan atau sudah mengalami komplikasi.
Kapan Harus Segera ke IGD?
Segera bawa anak ke IGD 24 Jam RSPUR apabila mengalami:
- Sesak napas berat.
- Tarikan dinding dada yang jelas saat bernapas.
- Bibir atau kuku tampak kebiruan.
- Kejang.
- Tidak sadar atau sulit dibangunkan.
- Tidak mampu minum atau menyusu sama sekali.
Kondisi tersebut merupakan kegawatdaruratan medis yang memerlukan penanganan segera.
Layanan Penanganan ISPA Anak di RSPUR Banda Aceh
Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati (RSPUR) menyediakan layanan komprehensif untuk menangani berbagai kasus ISPA pada anak, mulai dari infeksi ringan hingga kondisi yang memerlukan perawatan intensif.
Tim medis akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan penyebab infeksi, tingkat keparahan penyakit, serta terapi yang paling sesuai bagi setiap anak.
Dokter Spesialis yang Menangani ISPA pada Anak
Dokter Spesialis Anak
Dokter Spesialis Anak berperan dalam:
- Menegakkan diagnosis ISPA.
- Menentukan apakah infeksi disebabkan oleh virus atau bakteri.
- Memberikan terapi yang sesuai.
- Memantau perkembangan kondisi anak.
- Menentukan apakah anak memerlukan rawat inap.
RSPUR didukung oleh tim dokter spesialis anak yang berpengalaman dalam menangani berbagai penyakit infeksi pada bayi maupun anak.
Dokter Spesialis Paru
Apabila ISPA berkembang menjadi penyakit paru, seperti pneumonia atau bronkiolitis, pasien dapat dirujuk ke Dokter Spesialis Paru untuk penanganan lebih lanjut.
Dokter Spesialis THT-KL
Apabila infeksi melibatkan telinga, hidung, tenggorokan, maupun tonsil, pasien juga dapat memperoleh penanganan dari Dokter Spesialis THT-KL sesuai indikasi medis.
Fasilitas Pendukung di RSPUR
Untuk mendukung diagnosis dan pengobatan ISPA pada anak, RSPUR menyediakan berbagai fasilitas, antara lain:
- IGD 24 Jam untuk kondisi kegawatdaruratan.
- Laboratorium untuk pemeriksaan darah dan pemeriksaan penunjang lainnya.
- Radiologi termasuk pemeriksaan foto rontgen dada apabila dicurigai pneumonia.
- Rawat Inap dengan fasilitas yang nyaman untuk anak dan keluarga.
- PICU (Pediatric Intensive Care Unit) bagi pasien anak yang memerlukan perawatan intensif.
Seluruh layanan terintegrasi sehingga proses diagnosis dan penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.
Cara Mendapatkan Layanan
Orang tua dapat memperoleh layanan kesehatan di RSPUR melalui:
- Janji temu (reservasi) melalui WhatsApp 0811-6835-551.
- IGD 24 Jam melalui nomor 0813-8883-5092 untuk kondisi darurat.
- Telepon: (0651) 35092.
- Datang langsung ke Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati (RSPUR), Jl. Sekolah No. 5, Gampong Ateuk Pahlawan, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh.
Untuk mengetahui jadwal praktik terbaru dokter spesialis anak, kunjungi halaman Jadwal Dokter di website resmi RSPUR.
Kesimpulan
ISPA merupakan penyakit yang sangat sering dialami anak dan sebagian besar dapat sembuh dengan perawatan yang tepat di rumah. Namun, orang tua perlu mengenali tanda-tanda bahaya seperti demam tinggi yang menetap, napas cepat atau sesak, batuk yang semakin berat, anak tidak mau minum, perubahan kesadaran, nyeri dada, maupun gejala yang berlangsung terlalu lama.
Semakin cepat tanda bahaya dikenali, semakin cepat pula anak memperoleh penanganan yang sesuai sehingga risiko komplikasi seperti pneumonia dapat dikurangi.
Melalui layanan Dokter Spesialis Anak, Dokter Spesialis Paru, Dokter Spesialis THT-KL, Laboratorium, Radiologi, Rawat Inap, PICU, dan IGD 24 Jam, RSPUR siap memberikan pelayanan terbaik bagi anak dan keluarga di Banda Aceh.
Disclaimer Medis
Artikel ini disusun sebagai media edukasi kesehatan dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Setiap anak memiliki kondisi kesehatan yang berbeda sehingga penanganan ISPA harus disesuaikan dengan hasil pemeriksaan medis. Apabila anak mengalami sesak napas, kejang, penurunan kesadaran, tidak dapat minum, atau tanda bahaya lainnya, segera bawa ke IGD 24 Jam RSPUR atau fasilitas kesehatan terdekat.
Daftar Pustaka
- World Health Organization (WHO). Acute Respiratory Infections (ARIs).
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018.
- World Health Organization. Pocket Book of Hospital Care for Children: Guidelines for the Management of Common Childhood Illnesses. 2nd Edition. Geneva: WHO; 2013.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Pedoman Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jakarta: IDAI; 2022.
- McAllister DA, Liu L, Shi T, et al. Global, Regional, and National Estimates of Pneumonia Morbidity and Mortality in Children Younger Than 5 Years. The Lancet Global Health. 2019.
- Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati (RSPUR). Profil Dokter dan Layanan Spesialis. Banda Aceh: RSPUR; 2026.
- Klugman KP, Madhi SA, Albrich WC. Novel Approaches to the Prevention of Pneumonia in Children. The Lancet Infectious Diseases. 2014.
- Shi T, McAllister DA, O'Brien KL, et al. Global Burden of Acute Lower Respiratory Infections Due to Respiratory Syncytial Virus in Young Children. The Lancet. 2017.
- Rudan I, Boschi-Pinto C, Biloglav Z, Mulholland K, Campbell H. Epidemiology and Etiology of Childhood Pneumonia. Bulletin of the World Health Organization. 2008.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Program Imunisasi Nasional.
Pertanyaan Umum
Apakah ISPA pada anak selalu memerlukan antibiotik?
Tidak. Sekitar **80–90%** kasus ISPA pada anak disebabkan oleh virus sehingga antibiotik tidak efektif dan tidak diperlukan. Antibiotik hanya diberikan apabila dokter menilai terdapat infeksi bakteri, misalnya pada pneumonia bakteri atau radang tenggorokan akibat *Streptococcus*.
Berapa lama ISPA pada anak biasanya sembuh?
Sebagian besar ISPA akibat virus akan membaik dalam waktu **7–10 hari**. Demam umumnya berlangsung sekitar **2–3 hari**, sedangkan batuk ringan dapat bertahan hingga **2–3 minggu** sebelum benar-benar hilang. Apabila gejala justru semakin berat atau tidak membaik setelah 10 hari, anak sebaiknya diperiksa oleh dokter.
Apakah ISPA dapat dicegah?
Risiko ISPA dapat dikurangi melalui beberapa langkah sederhana, seperti: - Mencuci tangan dengan sabun secara rutin. - Melengkapi imunisasi sesuai jadwal. - Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan. - Menghindari paparan asap rokok. - Memberikan makanan bergizi seimbang. - Mengajarkan etika batuk dan bersin kepada anak. Meskipun tidak dapat mencegah seluruh kasus ISPA, kebiasaan tersebut terbukti membantu menurunkan risiko infeksi.
Kapan anak boleh kembali ke sekolah setelah ISPA?
Anak dapat kembali bersekolah apabila: - Demam sudah tidak ada selama minimal **24 jam** tanpa obat penurun panas. - Kondisi tubuh sudah cukup bugar untuk beraktivitas. - Batuk dan pilek sudah jauh berkurang sehingga risiko penularan lebih rendah. Apabila masih tampak lemas atau mengalami demam, sebaiknya anak tetap beristirahat di rumah.
Apakah ISPA yang sering kambuh berbahaya?
ISPA yang terjadi berulang, misalnya lebih dari **6 kali dalam setahun**, perlu dievaluasi lebih lanjut oleh dokter. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan: - Alergi. - Asma. - Gangguan daya tahan tubuh. - Pembesaran amandel atau adenoid. - Faktor lingkungan. Evaluasi menyeluruh akan membantu menentukan penyebab dan penanganan yang tepat.
