Gejala Anemia pada Anak — Panduan Lengkap Mengenali Ciri-Ciri Kurang Darah, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Kenali gejala anemia pada anak sejak dini agar tumbuh kembang, konsentrasi belajar, dan daya tahan tubuh tetap optimal serta terhindar dari komplikasi jangka panjang.

Apa Itu Anemia pada Anak?
Anemia adalah kondisi kadar hemoglobin (Hb) berada di bawah nilai normal sesuai usia dan jenis kelamin. Hemoglobin berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Jika kadarnya rendah, organ tubuh termasuk otak akan kekurangan oksigen sehingga anak dapat tampak lemas, pucat, dan sulit berkonsentrasi.
Prevalensi anemia pada anak usia 1–5 tahun di Indonesia masih cukup tinggi dan menjadi perhatian karena berkaitan dengan gangguan tumbuh kembang serta stunting.
Dampak jangka panjang anemia pada anak meliputi:
- Gangguan perkembangan kognitif
- Penurunan kemampuan belajar
- Daya tahan tubuh menurun
- Gangguan pertumbuhan
- Penurunan kualitas hidup di masa depan
Gejala Anemia pada Anak
Gejala Fisik
Beberapa gejala fisik yang sering ditemukan antara lain:
- Pucat pada kelopak mata bagian dalam, telapak tangan, kuku, atau bibir
- Lemah, lesu, dan cepat lelah
- Tidak seaktif anak seusianya
- Sesak napas saat beraktivitas
- Jantung berdebar
- Sakit kepala
- Kulit kering
- Rambut rapuh
- Lidah tampak merah dan halus (glositis)
- Kuku berbentuk sendok (koilonychia)
Gejala Perilaku
Anemia juga dapat memengaruhi perilaku dan aktivitas sehari-hari anak.
Gejala yang dapat muncul meliputi:
- Rewel dan mudah marah
- Tidak nafsu makan
- Pica (kebiasaan makan es batu, tanah, kapur, atau benda bukan makanan)
- Sulit berkonsentrasi
- Prestasi sekolah menurun
- Mudah mengantuk
Gejala Berdasarkan Usia
| Usia | Gejala yang Sering Muncul |
|---|---|
| 0–6 bulan | Rewel, pucat, sulit menyusu, berat badan sulit naik |
| 6–12 bulan | Pucat, lemas, sering sakit, tidak tertarik merangkak |
| 1–3 tahun | Pucat, tidak nafsu makan, pica, keterlambatan bicara |
| 3–5 tahun | Mudah lelah, kurang aktif, konsentrasi buruk |
Tanda Bahaya yang Memerlukan Penanganan Segera
Segera bawa anak ke dokter atau IGD apabila muncul:
- Sesak napas saat istirahat
- Pingsan
- Pucat sangat berat
- Berat badan tidak bertambah atau gagal tumbuh
- Jantung berdebar sangat cepat
- Pembesaran limpa
Kebutuhan Zat Besi Harian Anak
Zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin.
| Usia | Kebutuhan Zat Besi |
|---|---|
| 6–12 bulan | 11 mg/hari |
| 1–3 tahun | 7 mg/hari |
| 4–8 tahun | 10 mg/hari |
| 9–13 tahun | 8 mg/hari |
| 14–18 tahun (Laki-laki) | 11 mg/hari |
| 14–18 tahun (Perempuan) | 15 mg/hari |
Remaja putri membutuhkan zat besi lebih tinggi karena kehilangan darah saat menstruasi.
Jenis-Jenis Anemia pada Anak
1. Anemia Defisiensi Besi (ADB)
Merupakan jenis anemia yang paling sering ditemukan pada anak.
Gejalanya meliputi:
- Pucat
- Pica
- Mudah lelah
- Respons baik terhadap suplemen zat besi
2. Thalasemia
Indonesia termasuk wilayah dengan prevalensi pembawa sifat (carrier) thalasemia yang cukup tinggi.
Ciri yang perlu dicurigai:
- Anemia sejak usia dini
- Riwayat keluarga thalasemia
- Tidak membaik setelah pemberian suplemen zat besi
3. Anemia Akibat Penyakit Kronis
Dapat terjadi pada anak dengan:
- Tuberkulosis
- Malaria
- Penyakit ginjal kronis
- Infeksi kronis lainnya
4. Anemia Hemolitik dan Aplastik
Merupakan jenis yang lebih jarang ditemukan dan memerlukan evaluasi khusus oleh dokter spesialis anak.
Penyebab Anemia pada Anak
Beberapa penyebab yang paling sering ditemukan antara lain:
Asupan Zat Besi Kurang
- MPASI terlambat
- Kurang konsumsi sumber protein hewani
- Pola makan tidak seimbang
Gangguan Penyerapan
- Diare kronis
- Penyakit celiac
- Gangguan saluran cerna tertentu
Kehilangan Darah
- Menstruasi berat pada remaja putri
- Infeksi cacing
- Perdarahan kronis
Infeksi Kronis
- Tuberkulosis
- Malaria
- Cacingan
Prematuritas atau BBLR
Bayi prematur memiliki cadangan zat besi lebih sedikit dibanding bayi cukup bulan.
Masa Pertumbuhan Cepat
Kebutuhan zat besi meningkat selama masa pertumbuhan pesat.
Makanan Penambah Darah yang Mudah Ditemukan di Aceh
Sumber Zat Besi Heme
Zat besi heme lebih mudah diserap tubuh.
| Bahan Makanan | Kandungan Zat Besi |
|---|---|
| Hati ayam | 9–10 mg/100 g |
| Hati sapi | 6–8 mg/100 g |
| Daging sapi | 3–4 mg/100 g |
| Ikan tongkol | 2–3 mg/100 g |
| Ikan kembung | 2 mg/100 g |
| Ikan tuna | 1–2 mg/100 g |
| Telur ayam | 1,8 mg/100 g |
Sumber Zat Besi Non-Heme
| Bahan Makanan | Kandungan Zat Besi |
|---|---|
| Daun kelor | 4–7 mg/100 g |
| Bayam | 3–4 mg/100 g |
| Kacang hijau | 3 mg/100 g |
| Tahu | 2–3 mg/100 g |
| Tempe | 2–2,5 mg/100 g |
| Brokoli | 1 mg/100 g |
Tips Agar Penyerapan Zat Besi Lebih Optimal
- Konsumsi bersama sumber vitamin C seperti jeruk, jambu biji, dan tomat
- Pilih makanan fermentasi seperti tempe
- Hindari minum teh atau susu bersamaan dengan makanan tinggi zat besi
- Beri jarak 1–2 jam antara konsumsi zat besi dan susu
Contoh Menu Sehari untuk Anak Usia 2 Tahun
Sarapan
- Bubur nasi
- Hati ayam cincang
- Wortel
- Jeruk peras
Snack Pagi
- Bubur kacang hijau
- Pepaya
Makan Siang
- Nasi tim
- Ikan tongkol suwir
- Bayam tumis
Snack Sore
- Jambu biji
Makan Malam
- Nasi tim
- Daging sapi cincang
- Brokoli kukus
Cara Mengatasi Anemia pada Anak
1. Suplementasi Zat Besi
Dokter dapat memberikan suplemen zat besi sesuai usia dan berat badan anak.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Diberikan sesuai dosis dokter
- Sebaiknya dikonsumsi bersama vitamin C
- Hindari pemberian bersamaan dengan susu atau teh
- Tinja berwarna hitam merupakan efek yang normal
Pengobatan biasanya berlangsung selama 3–6 bulan dan dapat dilanjutkan beberapa bulan setelah kadar Hb normal.
2. Transfusi Darah
Diperlukan pada kasus tertentu seperti:
- Anemia berat
- Thalasemia mayor
- Kondisi yang mengancam keselamatan anak
3. Pemantauan Berkala
Kontrol rutin diperlukan untuk memastikan kadar hemoglobin meningkat sesuai target.
Kapan Harus ke Dokter Spesialis Anak?
Segera konsultasikan apabila anak mengalami:
- Pucat disertai lemas berat
- Sesak napas
- Jantung berdebar
- Tidak nafsu makan
- Berat badan sulit naik
- Pica
- Anemia tidak membaik setelah pengobatan
- Riwayat keluarga thalasemia
- Menstruasi sangat banyak pada remaja putri
Anemia di Aceh dan Peran RSPUR
RSPUR menyediakan layanan lengkap untuk diagnosis dan penanganan anemia pada anak.
Dokter Spesialis Anak RSPUR
- dr. Nurjannah, Sp.A(K)
- Dr. dr. Dora Darussalam, Sp.A(K)
- dr. Eka Yunita Amna, Sp.A
- dr. Silvia Yasmin Lubis, M.Ked(Ped), Sp.A
- dr. Wahdini, Sp.A
- dr. Julinar, M.Biomed, Sp.A
- dr. Nora Hajarsah, M.Ked(Ped), Sp.A
Hubungi RSPUR Banda Aceh
Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati (RSPUR)
📍 Jl. Sekolah No. 5, Gampoeng Ateuk Pahlawan, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh 23241
📞 Telepon: (0651) 35092
🚑 IGD 24 Jam: +62 813-8883-5092
📧 office@rspur.co.id
🌐 www.rspur.co.id
Buat Janji Temu Online:
https://wa.me/628116835551
Disclaimer Medis
Artikel ini bertujuan sebagai informasi kesehatan dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Jika anak mengalami gejala anemia berat seperti sesak napas, pucat ekstrem, atau pingsan, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat atau IGD.
Daftar Pustaka
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Pedoman Diagnosis dan Tata Laksana Anemia Defisiensi Besi pada Anak. Jakarta: IDAI; 2022.
- World Health Organization (WHO). Haemoglobin Concentrations for the Diagnosis of Anaemia and Assessment of Severity. Geneva: WHO; 2011.
- Kementerian Kesehatan RI. Laporan Riskesdas 2018. Jakarta: Balitbangkes; 2019.
- Kementerian Kesehatan RI. Buku Saku SSGI Provinsi Aceh. Jakarta: Kemenkes RI; 2023.
- Georgieff MK. Iron Deficiency in Infancy and Childhood. New England Journal of Medicine. 2020;382(15):1438–1447.
- World Health Organization. Guideline: Daily Iron Supplementation in Infants and Children. Geneva: WHO; 2016.
- Yayasan Thalasemia Indonesia. Prevalensi Thalasemia di Indonesia. Jakarta: YTI; 2023.
- American Academy of Pediatrics. Diagnosis and Prevention of Iron Deficiency Anemia. Pediatrics. 2010;126(5):1040–1050.
- American Academy of Pediatrics. Recommendations for Preventive Pediatric Health Care. Pediatrics. 2022;150(1):e2022057514.
- Soemantri AG, et al. Iron Deficiency Anemia and Cognitive Function in Children. Lancet. 1985;1(8425):355–356.
Pertanyaan Umum
Apakah anemia pada anak bisa sembuh?
Ya. Sebagian besar anemia defisiensi besi dapat sembuh dengan pengobatan dan perbaikan pola makan.
Berapa lama pengobatan anemia berlangsung?
Umumnya 3–6 bulan, tergantung penyebab dan respons terapi.
Apakah anemia memengaruhi kecerdasan anak?
Ya. Kekurangan zat besi dapat memengaruhi perkembangan otak, konsentrasi, dan kemampuan belajar.
Apakah ASI menyebabkan anemia?
Tidak. Namun setelah usia 6 bulan, bayi memerlukan MPASI yang mengandung zat besi karena cadangan zat besi mulai menurun.
Bagaimana membedakan anemia defisiensi besi dan thalasemia?
Diperlukan pemeriksaan laboratorium seperti ferritin dan elektroforesis hemoglobin untuk memastikan diagnosis.
Kapan anak perlu pemeriksaan Hb pertama kali?
Skrining hemoglobin dianjurkan pada usia 12 bulan atau lebih awal bila terdapat faktor risiko dan gejala anemia.
