Gejala Kanker Payudara — Ciri-Ciri Stadium Awal hingga Lanjut, Faktor Risiko, SADARI & Kapan Harus ke Dokter
Kenali gejala kanker payudara sejak dini, cara SADARI yang benar, faktor risiko, serta kapan harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Apa Itu Kanker Payudara?
Kanker payudara adalah pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali pada jaringan payudara. Kanker dapat berasal dari saluran susu (duktal karsinoma) maupun kelenjar susu (lobular karsinoma). Jika tidak ditangani, sel kanker dapat menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ lain seperti paru-paru, hati, tulang, dan otak.
Menurut data Globocan 2020, kanker payudara merupakan kanker nomor satu pada wanita di Indonesia dengan lebih dari 65.000 kasus baru setiap tahun.
Fakta Penting
- Kanker nomor satu pada wanita Indonesia
- Sekitar 1 dari 8 wanita berisiko mengalami kanker payudara
- Sebagian besar kasus ditemukan pada stadium lanjut
- Deteksi dini meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan
Kanker Payudara pada Pria
Meskipun lebih sering terjadi pada wanita, kanker payudara juga dapat terjadi pada pria.
Gejala yang perlu diwaspadai:
- Benjolan di area dada atau sekitar puting
- Puting tertarik ke dalam
- Keluar cairan dari puting
- Luka atau perubahan kulit di sekitar puting
Karena sering dianggap penyakit wanita, banyak pria terlambat mendapatkan diagnosis dan pengobatan.
10 Gejala Kanker Payudara yang Harus Diwaspadai
1. Benjolan pada Payudara
Merupakan gejala paling umum.
Karakteristik yang perlu dicurigai:
- Keras
- Tidak nyeri
- Tidak mudah digerakkan
- Permukaan tidak rata
Perlu diingat bahwa tidak semua benjolan adalah kanker dan banyak yang bersifat jinak.
2. Benjolan di Ketiak
Dapat menandakan penyebaran ke kelenjar getah bening aksila.
3. Perubahan Ukuran atau Bentuk Payudara
Salah satu payudara tampak lebih besar, lebih kecil, atau berubah bentuk secara tidak biasa.
4. Perubahan pada Puting
Misalnya:
- Puting masuk ke dalam (retraksi)
- Perubahan arah puting
- Bentuk puting berubah
5. Keluar Cairan dari Puting
Terutama jika:
- Berdarah
- Keluar spontan tanpa dipencet
- Terjadi di luar masa menyusui
6. Perubahan Kulit Payudara
Seperti:
- Kulit jeruk (peau d'orange)
- Kemerahan
- Penebalan kulit
- Luka atau ulkus
7. Nyeri Payudara
Sebagian besar kanker stadium awal tidak menimbulkan nyeri.
Namun nyeri yang menetap pada satu area perlu diperiksa.
8. Pembengkakan Lengan
Dapat terjadi akibat gangguan aliran getah bening.
9. Nyeri Tulang
Terutama pada:
- Tulang belakang
- Tulang rusuk
- Panggul
Dapat menjadi tanda penyebaran kanker.
10. Penurunan Berat Badan dan Kelelahan
Khususnya jika terjadi tanpa sebab yang jelas.
Gejala Kanker Payudara Berdasarkan Stadium
| Stadium | Kondisi | Gejala Umum |
|---|---|---|
| 0 (DCIS) | Terbatas pada saluran susu | Biasanya tanpa gejala |
| I | Tumor ≤ 2 cm | Benjolan kecil |
| II | Tumor 2–5 cm | Benjolan lebih jelas |
| III | Tumor > 5 cm | Kulit jeruk, retraksi puting |
| IV | Menyebar ke organ lain | Nyeri tulang, sesak napas, penurunan berat badan |
Mengapa Deteksi Dini Penting?
Stadium awal memiliki peluang kesembuhan yang jauh lebih tinggi dibanding stadium lanjut.
Karena itu skrining rutin dan SADARI sangat dianjurkan.
SADARI (Periksa Payudara Sendiri)
SADARI bertujuan membantu wanita mengenali kondisi normal payudaranya sehingga perubahan dapat terdeteksi lebih cepat.
Kapan Melakukan SADARI?
- 7–10 hari setelah hari pertama menstruasi
- Jika menopause: tanggal yang sama setiap bulan
Siapa yang Perlu Melakukan SADARI?
- Semua wanita usia ≥20 tahun
- Pria dengan faktor risiko tertentu juga dapat melakukan pemeriksaan mandiri
Langkah 1: Amati di Depan Cermin
Perhatikan:
- Bentuk payudara
- Ukuran payudara
- Kulit
- Puting
Lakukan dengan posisi:
- Tangan di samping
- Tangan di atas kepala
- Tangan di pinggang
Langkah 2: Perhatikan Saat Mengangkat Tangan
Cari perubahan seperti:
- Lesung pada kulit
- Tarikan kulit
- Perubahan bentuk
Langkah 3: Raba dengan Tiga Jari
Periksa seluruh area payudara menggunakan gerakan melingkar atau vertikal.
Jangan lupa area:
- Hingga tulang selangka
- Hingga ketiak
- Hingga lipatan bawah payudara
Langkah 4: Periksa Puting
Perhatikan apakah ada:
- Cairan
- Darah
- Perubahan bentuk
Langkah 5: Ulangi Saat Duduk atau Mandi
Kulit yang basah biasanya memudahkan pemeriksaan.
Faktor Risiko Kanker Payudara
Faktor yang Tidak Dapat Diubah
- Jenis kelamin wanita
- Usia >50 tahun
- Mutasi gen BRCA1 dan BRCA2
- Riwayat keluarga kanker payudara
- Menstruasi dini
- Menopause terlambat
- Kepadatan jaringan payudara tinggi
Faktor yang Dapat Diubah
- Obesitas
- Konsumsi alkohol
- Merokok
- Kurang aktivitas fisik
- Terapi hormon jangka panjang
- Tidak menyusui
Mitos dan Fakta
Mitos: Deodoran Menyebabkan Kanker Payudara
Fakta: Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan hubungan antara penggunaan deodoran dan kanker payudara.
Mitos: Bra Berkawat Menyebabkan Kanker
Fakta: Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.
Mitos: Benturan Menyebabkan Kanker
Fakta: Benturan tidak menyebabkan kanker, tetapi dapat membuat benjolan yang sudah ada menjadi lebih terlihat.
Diagnosis Kanker Payudara
Dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan berikut:
Pemeriksaan Klinis Payudara
Pemeriksaan langsung oleh dokter.
Mamografi
Merupakan metode skrining utama terutama pada wanita usia 40 tahun ke atas.
Biopsi
Satu-satunya cara memastikan apakah benjolan bersifat jinak atau ganas.
Pengobatan Kanker Payudara
Pilihan terapi tergantung stadium dan jenis kanker.
Operasi
- Lumpektomi
- Mastektomi
Kemoterapi
Dapat dilakukan sebelum atau sesudah operasi.
Radioterapi
Untuk mengurangi risiko kekambuhan.
Terapi Hormonal
Digunakan pada kanker dengan reseptor hormon positif.
Terapi Target
Untuk jenis kanker tertentu seperti HER2 positif.
Rekonstruksi Payudara Pasca Mastektomi di RSPUR
RSPUR menyediakan layanan rekonstruksi payudara pasca mastektomi.
Layanan ini ditangani oleh:
dr. Chintia Amelia Pratiwi, Sp.B.P.R.E
Pilihan rekonstruksi dapat menggunakan:
- Implan
- Jaringan tubuh sendiri (flap)
Rekonstruksi dapat dilakukan segera setelah operasi atau setelah pengobatan selesai.
Tim Terkait Penanganan Kanker Payudara di RSPUR
Onkologi Ginekologi
Dr. dr. Sarah Ika Nainggolan, Sp.OG(K)-Onk
Bedah Plastik Rekonstruksi & Estetika
dr. Chintia Amelia Pratiwi, Sp.B.P.R.E
Dokter Spesialis Bedah Umum
- dr. Moh Hendro Mustaqim, Sp.B
- dr. Fakhrul Rizal, Sp.B
- dr. M. Chaizir R., Sp.B
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan
- dr. Munawar, Sp.OG (K)
- dr. Tengku Chairannisa Putri, Sp.OG
- dr. Putri Irmayani, Sp. OG
- dr. Ulfah Wijaya Kusumah, M.Ked (OG), Sp.OG
Hubungi RSPUR Banda Aceh
Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati (RSPUR)
📍 Jl. Sekolah No.5, Gampoeng Ateuk Pahlawan, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh 23241
📞 Telepon: (0651) 35092
📱 WhatsApp Janji Temu: 08116835551
🚑 IGD 24 Jam: 081388835092
🌐 Website: www.rspur.co.id
Buat Janji Temu Online:
https://wa.me/628116835551
Disclaimer Medis
Artikel ini bertujuan sebagai edukasi kesehatan dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. SADARI merupakan alat bantu deteksi dini dan bukan pengganti pemeriksaan medis. Jika Anda menemukan benjolan atau perubahan pada payudara, segera konsultasikan ke dokter.
Daftar Pustaka
- Kemenkes RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Kanker Payudara. Jakarta: Kemenkes RI; 2020.
- Globocan 2020. Breast Cancer Statistics: Indonesia. IARC; 2021.
- American Cancer Society. Breast Cancer Facts & Figures 2023–2024.
- World Health Organization. Breast Cancer Fact Sheet. WHO; 2023.
- National Cancer Institute. BRCA Mutations: Cancer Risk and Genetic Testing. NIH; 2023.
- Giordano SH. Breast Cancer in Men. N Engl J Med. 2018.
- Dawood S, et al. Inflammatory Breast Cancer. Lancet Oncol. 2011.
- Narod SA, et al. Breast Cancer-Specific Mortality in Patients with DCIS. JAMA Oncol. 2020.
- NCCN. Breast Cancer Screening and Diagnosis Version 2.2024.
- LoConte NK, et al. Alcohol and Cancer. J Clin Oncol. 2018.
- McTiernan A, et al. Physical Activity and Cancer Risk. Med Sci Sports Exerc. 2019.
- Mirick DK, et al. Antiperspirant Use and Breast Cancer Risk. J Natl Cancer Inst. 2002.
- Waks AG, Winer EP. Breast Cancer Treatment: A Review. JAMA. 2019.
- Serletti JM, et al. DIEP Flap Breast Reconstruction. Plast Reconstr Surg. 2011.
- POGI. Pedoman Skrining Kanker Payudara. Jakarta; 2021.
- PERABOI. Pedoman Tatalaksana Kanker Payudara. Jakarta; 2021.
- Cochrane Collaboration. Breast Cancer Screening with Mammography. Cochrane Database Syst Rev. 2013.
Pertanyaan Umum
Seperti apa benjolan kanker payudara?
Biasanya keras, tidak mudah digerakkan, tidak nyeri, dan memiliki permukaan tidak rata.
Apakah benjolan di ketiak bisa menjadi tanda kanker?
Ya, terutama jika menetap dan tidak nyeri.
Apakah nyeri payudara selalu berarti kanker?
Tidak. Sebagian besar kanker stadium awal justru tidak menimbulkan nyeri.
Apakah pria bisa terkena kanker payudara?
Bisa. Meski jarang, kanker payudara juga dapat terjadi pada pria.
Apakah payudara bisa direkonstruksi setelah mastektomi?
Bisa. Rekonstruksi dapat dilakukan oleh dokter bedah plastik sesuai kondisi pasien.
Kapan harus mulai mamografi?
Umumnya mulai usia 40 tahun dan dilakukan secara berkala sesuai rekomendasi dokter.
Apakah deodoran menyebabkan kanker payudara?
Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung hal tersebut.
Bagaimana cara menurunkan risiko kanker payudara?
- Menjaga berat badan ideal - Berolahraga rutin - Tidak merokok - Membatasi alkohol - Menyusui - Melakukan SADARI secara rutin
Apa yang harus dilakukan jika menemukan benjolan?
- Jangan panik - Jangan memencet benjolan - Jangan mendiagnosis sendiri - Segera konsultasi ke dokter
