Gejala Kanker Serviks: Kenali Tanda Awal, Stadium, dan Pentingnya Skrining di Banda Aceh
Kenali gejala kanker serviks berdasarkan stadium, faktor risiko, skrining IVA dan Pap Smear, serta pencegahan dengan vaksin HPV.

Kanker serviks adalah salah satu kanker yang paling dapat dicegah, namun masih menjadi penyebab kematian utama pada wanita di Indonesia. Ironisnya, sebagian besar kasus ditemukan pada stadium lanjut karena pasien tidak melakukan skrining secara rutin [1].
Kanker serviks berkembang perlahan selama bertahun-tahun, dimulai dari lesi prakanker yang sebenarnya dapat dideteksi dan diobati sebelum berubah menjadi kanker invasif. Karena itu, memahami gejala, faktor risiko, dan pentingnya skrining merupakan langkah penting untuk melindungi kesehatan wanita.
Artikel ini membahas gejala kanker serviks berdasarkan stadium, faktor risiko, metode skrining, pencegahan, dan layanan yang tersedia di RS Pertamedika Ummi Rosnati (RSPUR) Banda Aceh.
Apa Itu Kanker Serviks?
Kanker serviks adalah kanker yang berkembang pada leher rahim (serviks), yaitu bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina [1].
Lebih dari 99% kasus kanker serviks berhubungan dengan infeksi persisten Human Papillomavirus (HPV), terutama tipe risiko tinggi HPV-16 dan HPV-18 [4].
Data Indonesia [2,5]:
- Kanker nomor 2 pada wanita setelah kanker payudara
- Lebih dari 36.000 kasus baru per tahun (Globocan 2020)
- Lebih dari 21.000 kematian per tahun
- Sekitar 70% pasien datang pada stadium lanjut karena tidak melakukan skrining
Gejala Kanker Serviks Berdasarkan Stadium
Peringatan penting: Kanker serviks stadium awal sering tidak bergejala. Jangan menunggu gejala muncul untuk melakukan skrining [1,3].
Stadium 0 (Karsinoma In Situ / CIN 3)
Lesi prakanker, sel abnormal masih terbatas pada lapisan permukaan serviks.
Gejala
- Tidak ada gejala
- Hanya dapat terdeteksi melalui IVA Test atau Pap Smear
Prognosis
- Hampir 100% dapat disembuhkan bila ditangani sejak tahap ini
Stadium 1 (Kanker Terbatas di Serviks)
Pada tahap awal kanker invasif, gejala mulai muncul.
Gejala Awal
- Keputihan abnormal
- Encer
- Berbau
- Bercampur darah
- Terutama setelah hubungan seksual
- Pendarahan setelah berhubungan seksual (postcoital bleeding) — gejala paling khas [1]
- Pendarahan di luar siklus menstruasi
- Pendarahan setelah menopause
- Menstruasi lebih lama atau lebih banyak dari biasanya
Stadium 2 (Kanker Menyebar ke Luar Serviks)
Gejala
- Pendarahan pervaginam semakin sering
- Nyeri panggul
- Nyeri setelah berhubungan seksual
- Keputihan berbau busuk akibat nekrosis tumor [6]
- Nyeri saat berhubungan (dispareunia)
Stadium 3 (Kanker Menyebar ke Dinding Panggul)
Gejala
- Nyeri panggul menetap
- Nyeri menjalar ke punggung atau kaki
- Pembengkakan kaki (limfedema)
- Sulit buang air kecil
- Nyeri saat berkemih
- Darah dalam urin
- Penurunan berat badan tanpa sebab
- Kelelahan kronis
Stadium 4 (Metastasis ke Organ Jauh)
Gejala
- Perdarahan masif yang dapat menyebabkan syok
- Fistula (urin atau feses keluar melalui vagina)
- Nyeri tulang
- Sesak napas
- Jaundice (kulit dan mata kuning)
- Obstruksi usus [6]
Survival Rate Berdasarkan Stadium
| Stadium | Gejala Utama | Survival 5 Tahun |
|---|---|---|
| Stadium 0 / CIN 3 | Tidak ada gejala | ~100% |
| Stadium 1 | Pendarahan postcoital, keputihan berdarah | 92% |
| Stadium 2 | Nyeri panggul, keputihan berbau | 58% |
| Stadium 3 | Nyeri hebat, bengkak kaki, penurunan berat badan | 32% |
| Stadium 4 | Perdarahan masif, metastasis organ jauh | 17% |
Sumber: SEER [7], FIGO [8]
Faktor Risiko Kanker Serviks
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker serviks antara lain:
- Infeksi HPV persisten (faktor risiko terkuat)
- Tidak melakukan skrining rutin
- Merokok
- Aktivitas seksual pada usia kurang dari 18 tahun
- Berganti-ganti pasangan seksual
- Imunosupresi (HIV/AIDS atau transplantasi organ)
- Penggunaan kontrasepsi oral lebih dari 5 tahun
- Memiliki lebih dari 3 anak
- Riwayat keluarga kanker serviks [3]
Mitos vs Fakta
Mitos: Saya sudah menopause, jadi tidak perlu skrining.
Fakta: Risiko kanker serviks tetap ada hingga usia 65 tahun.
Mitos: Vaksin HPV menyebabkan infertilitas.
Fakta: Tidak benar. Berbagai penelitian telah membuktikan vaksin HPV tidak menyebabkan infertilitas [10].
Deteksi Dini Kanker Serviks: IVA Test, Pap Smear, dan HPV DNA
1. IVA Test (Inspeksi Visual Asam Asetat)
Metode skrining standar nasional.
Keunggulan:
- Murah
- Cepat (hasil dalam hitungan menit)
- Dapat dilakukan oleh bidan atau dokter umum
Prosedur:
Asam asetat 3–5% dioleskan ke serviks. Lesi prakanker akan berubah warna menjadi putih.
Rekomendasi:
Wanita usia 30–50 tahun setiap 3–5 tahun [9].
2. Pap Smear
Gold standard skrining kanker serviks.
Prosedur:
- Pengambilan sampel sel serviks
- Pemeriksaan sitologi di laboratorium
Rekomendasi:
Wanita usia 21–65 tahun setiap 3 tahun [9].
3. HPV DNA Test
Mendeteksi DNA virus HPV secara langsung.
Keunggulan:
- Lebih sensitif dibanding Pap Smear
- Jika hasil negatif, interval pemeriksaan dapat diperpanjang hingga 5 tahun
4. Kolposkopi dan Biopsi
Dilakukan jika hasil skrining abnormal.
Tujuan:
- Menegakkan diagnosis pasti
- Menentukan derajat lesi atau kanker
Skrining Kanker Serviks di RSPUR Banda Aceh
SIBI (Sahabat Ibu & Bayi) — One Stop Service Kebidanan RSPUR menyediakan:
- IVA Test
- Pap Smear
- Konsultasi dokter kandungan
- Pemeriksaan terintegrasi dalam satu area pelayanan
Layanan dilakukan dalam suasana:
- Nyaman
- Privat
- Ramah muslimah
- Sesuai prinsip pelayanan syariah
Dokter kandungan perempuan yang melayani:
- Dr. dr. Sarah Ika Nainggolan, Sp.OG (K) - Onk
- dr. Tengku Chairannisa Putri, Sp.OG
- dr. Putri Irmayani, Sp.OG
- dr. Ulfah Wijaya Kusumah, M.Ked(OG), Sp.OG
Kami memahami bahwa banyak wanita muslimah di Aceh merasa lebih nyaman diperiksa oleh dokter perempuan. Karena itu, RSPUR menyediakan pilihan tersebut sebagai bagian dari nilai MEMULIAKAN (Karamah) yang menjadi budaya pelayanan rumah sakit.
Pencegahan Kanker Serviks
Kanker serviks merupakan satu-satunya kanker yang dapat dicegah melalui vaksinasi [1,10].
Vaksinasi HPV
Jenis Vaksin
Bivalen
- HPV 16 dan 18
- Melindungi terhadap sekitar 70% kasus kanker serviks
Quadrivalen
- HPV 6, 11, 16, 18
- Melindungi terhadap kanker serviks dan kutil kelamin
Nonavalen
- Melindungi terhadap 9 tipe HPV
- Mencegah sekitar 90% kasus kanker serviks
Jadwal Vaksinasi
Usia 9–14 tahun:
- 2 dosis
- Interval 6–12 bulan
Usia ≥15 tahun:
- 3 dosis
- Jadwal 0–1–6 bulan
Keamanan Vaksin
- Lebih dari 270 juta dosis telah diberikan di seluruh dunia
- Tidak menyebabkan infertilitas [10]
Vaksinasi untuk Anak Laki-Laki
Direkomendasikan untuk membantu mencegah:
- Kanker penis
- Kanker anus
- Kanker orofaring
Program Kementerian Kesehatan saat ini menyediakan vaksin HPV gratis untuk siswi SD kelas 5–6 melalui program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) [5].
Di RSPUR, vaksin HPV tersedia untuk:
- Anak perempuan
- Remaja
- Wanita dewasa hingga usia 45 tahun
- Anak laki-laki
Pencegahan Lain
- Skrining rutin
- Tidak merokok
- Seks aman
- Nutrisi yang baik
- Menjaga daya tahan tubuh [4]
Apakah Kanker Serviks Bisa Sembuh?
Ya, terutama jika ditemukan pada stadium awal.
Survival rate 5 tahun pada stadium lokal mencapai sekitar 92% [7].
Untuk stadium lanjut, berbagai terapi modern kini tersedia:
- Kemoterapi (cisplatin, paclitaxel)
- Radioterapi eksternal
- Brakiterapi
- Imunoterapi (pembrolizumab)
- Targeted therapy (bevacizumab) [11]
Konsep living with cancer kini menjadi kenyataan. Banyak pasien kanker stadium lanjut dapat hidup bertahun-tahun dengan kualitas hidup yang baik.
Namun, prognosis setiap pasien berbeda tergantung:
- Stadium
- Jenis histologi
- Usia
- Kondisi umum
- Respons terapi
- Akses terhadap pengobatan
Dokter Spesialis Onkologi Ginekologi dan Kandungan di RSPUR
Dokter Spesialis Onkologi Ginekologi
Dr. dr. Sarah Ika Nainggolan, Sp.OG(K)-Onk
Menangani:
- Kanker serviks
- Kanker ovarium
- Kanker rahim
- Kanker vulva
- Kanker vagina
- Lesi prakanker serviks
Dokter Kandungan Lainnya
- dr. Munawar, Sp.OG(K)
Alur Layanan di RSPUR
Skrining IVA/Pap Smear → Hasil abnormal → Kolposkopi dan biopsi → Diagnosis pasti → Konsultasi onkologi ginekologi → Terapi → Rawat inap bila diperlukan
IGD 24 Jam siap menangani komplikasi seperti perdarahan masif.
Nilai TULUS (Ikhlas) menjadi fondasi pelayanan kami — melayani tanpa stigma dan tanpa penghakiman.
Kesimpulan
Kanker serviks merupakan penyakit yang dapat dicegah dan memiliki peluang sembuh yang sangat tinggi bila ditemukan sejak dini. Karena stadium awal sering tidak menimbulkan gejala, skrining rutin dengan IVA Test atau Pap Smear menjadi langkah paling penting untuk melindungi kesehatan wanita.
Jika Anda mengalami pendarahan setelah hubungan seksual, keputihan abnormal, atau belum pernah melakukan skrining serviks, segera konsultasikan dengan dokter kandungan.
RSPUR — Sembuh dengan Tenang.
Alamat: Jl. Sekolah No.5, Gampoeng Ateuk Pahlawan, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh 23241
Telepon: (0651) 35092
IGD 24 Jam: 081388835092
WhatsApp Janji Temu: 08116835551
Website: www.rspur.co.id
Artikel Terkait
- Dokter Kandungan di Banda Aceh
- Layanan SIBI (Sahabat Ibu & Bayi)
- Poliklinik Kebidanan dan Kandungan
- Vaksin HPV di Banda Aceh
Daftar Pustaka
-
World Health Organization. WHO Guideline for Screening and Treatment of Cervical Pre-Cancer Lesions. 2nd ed. Geneva: WHO; 2021.
-
WHO/IARC. Globocan 2020: Indonesia Fact Sheet — Cervical Cancer. Lyon: IARC; 2021.
-
Bhatla N, et al. Cancer of the Cervix Uteri: 2021 Update (FIGO Guidelines). Int J Gynecol Obstet. 2021;155(S1):28-44.
-
World Health Organization. HPV and Cervical Cancer Fact Sheet. Geneva: WHO; 2023.
-
Kemenkes RI. PNPK Kanker Serviks. Jakarta: Kemenkes RI; 2022.
-
NCCN. Clinical Practice Guidelines: Cervical Cancer. Version 1.2024. Fort Washington: NCCN; 2024.
-
National Cancer Institute. SEER Cancer Statistics: Cervical Cancer Survival by Stage. Bethesda: NCI; 2023.
-
Pecorelli S, et al. Revised FIGO Staging for Cervix, Endometrium and Ovary. Int J Gynecol Obstet. 2009;105(2):103-104.
-
POGI. Pedoman Skrining & Tatalaksana Kanker Serviks. Jakarta: POGI; 2022.
-
Petrosky E, et al. Use of 9-Valent HPV Vaccine: Updated ACIP Recommendations. MMWR. 2015;64(11):300-304.
-
Tewari KS, et al. Bevacizumab for Advanced Cervical Cancer (GOG 240). The Lancet. 2017;390(10103):1654-1663.
-
RS Pertamedika Ummi Rosnati. Tim Dokter Kebidanan & Onkologi Ginekologi. Banda Aceh: RSPUR; 2026. Tersedia di: https://rspur.co.id/dokter
-
Arbyn M, et al. Estimates of Incidence and Mortality of Cervical Cancer in 2018. Lancet Global Health. 2020;8(2):e191-e203.
-
IDAI. Rekomendasi Vaksinasi HPV untuk Anak dan Remaja. Jakarta: IDAI; 2023.
Pertanyaan Umum
Seperti apa gejala awal kanker serviks?
Sebagian besar tidak bergejala. Gejala awal yang mungkin muncul adalah keputihan bercampur darah, pendarahan setelah hubungan seksual, atau pendarahan di luar siklus menstruasi [1,3].
Apakah keputihan bisa menjadi tanda kanker serviks?
Ya, terutama jika: - Encer seperti air - Berdarah - Berbau busuk - Volume semakin banyak - Berlangsung lebih dari 2 minggu
Apakah vaksin HPV aman?
Sangat aman. WHO, CDC, IDAI, dan POGI merekomendasikan vaksin HPV. Efek samping umumnya ringan dan sementara [10].
Apa beda IVA Test dan Pap Smear?
IVA: - Murah - Cepat - Hasil dalam menit Pap Smear: - Lebih akurat - Hasil beberapa hari Keduanya tersedia di RSPUR [9].
Saya positif IVA. Apa selanjutnya?
Jangan panik. IVA positif tidak selalu berarti kanker. Banyak kasus merupakan lesi prakanker yang dapat diobati. Langkah berikutnya: - Kolposkopi - Biopsi - Konsultasi dokter spesialis [9]
