Nyeri Lutut Saat Berjalan: 7 Mitos dan Fakta yang Perlu Diketahui
Nyeri lutut saat berjalan merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang paling sering dialami masyarakat. Sayangnya, masih banyak anggapan yang keliru, seperti mengira semua nyeri lutut disebabkan oleh asam urat atau harus diistirahatkan total.

Nyeri Lutut Saat Berjalan: 7 Mitos dan Fakta yang Perlu Diketahui
Lutut terasa nyeri saat berjalan? Anda tidak sendiri.
Nyeri lutut merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang paling sering terjadi di seluruh dunia. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi nyeri sendi di Indonesia mencapai 7,3% pada penduduk usia 15 tahun ke atas. Artinya, sekitar satu dari setiap empat belas orang dewasa pernah mengalami keluhan ini.
Sayangnya, berbagai informasi mengenai nyeri lutut yang beredar di masyarakat tidak semuanya benar. Beberapa mitos justru dapat membuat penanganan menjadi terlambat atau kurang tepat.
Berikut beberapa mitos yang paling sering ditemui beserta fakta berdasarkan bukti ilmiah.
Mitos 1: "Nyeri Lutut Pasti karena Asam Urat"
Fakta
Asam urat (gout) memang dapat menyebabkan nyeri lutut, tetapi bukan satu-satunya penyebab dan bukan penyebab yang paling sering.
Beberapa penyebab nyeri lutut yang lebih umum antara lain:
- Osteoarthritis (OA), yaitu kerusakan tulang rawan sendi akibat proses penuaan atau penggunaan jangka panjang.
- Cedera ligamen, terutama cedera ACL (Anterior Cruciate Ligament) yang sering dialami atlet.
- Cedera meniskus, yaitu robekan pada bantalan sendi lutut.
- Patellofemoral Pain Syndrome, yaitu nyeri di sekitar tempurung lutut yang banyak terjadi pada remaja dan dewasa muda.
- Bursitis, yaitu peradangan kantong cairan di sekitar sendi.
- Rheumatoid Arthritis, yaitu penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan sendi.
Karena penyebabnya sangat beragam, diagnosis tidak dapat ditegakkan hanya berdasarkan gejala. Dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan bila diperlukan pemeriksaan penunjang seperti rontgen.
Mitos 2: "Kalau Nyeri, Lutut Harus Diistirahatkan Total"
Fakta
Istirahat total justru dapat memperburuk kondisi.
Apabila lutut tidak digerakkan dalam waktu lama, otot-otot di sekitar lutut akan melemah (atrofi) sehingga kemampuan menopang sendi berkurang dan nyeri dapat semakin berat.
American College of Rheumatology (ACR) dan Arthritis Foundation merekomendasikan aktivitas fisik sebagai bagian utama dalam penanganan osteoarthritis lutut.
Latihan yang dianjurkan meliputi:
- Latihan penguatan otot paha depan (quadriceps strengthening).
- Latihan peregangan untuk menjaga fleksibilitas sendi.
- Olahraga aerobik berdampak rendah (low-impact), seperti berjalan santai, berenang, atau bersepeda.
- Latihan di dalam air (aquatic exercise) yang dapat mengurangi beban pada lutut.
Jenis dan intensitas latihan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien melalui konsultasi dengan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik atau Dokter Spesialis Bedah Ortopedi.
Mitos 3: "Osteoarthritis Hanya Menyerang Orang Tua"
Fakta
Walaupun risiko osteoarthritis meningkat seiring bertambahnya usia, penyakit ini juga dapat terjadi pada usia produktif.
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko osteoarthritis antara lain:
- Bertambahnya usia.
- Kelebihan berat badan atau obesitas.
- Riwayat cedera lutut sebelumnya.
- Faktor genetik atau riwayat keluarga.
- Pekerjaan yang banyak melibatkan jongkok, berlutut, mengangkat beban, atau naik turun tangga.
Setiap kenaikan sekitar 1 kilogram berat badan dapat memberikan tambahan beban sekitar 3–4 kilogram pada sendi lutut saat berjalan.
Oleh karena itu, menjaga berat badan ideal merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengurangi risiko osteoarthritis maupun memperlambat perburukan penyakit.
Mitos 4: "Minum Glukosamin Saja Sudah Cukup"
Fakta
Glukosamin dan kondroitin merupakan suplemen yang sering digunakan untuk menjaga kesehatan sendi.
Namun, hasil penelitian menunjukkan manfaatnya masih bervariasi.
Sebagian pasien mungkin merasakan perbaikan, tetapi hingga saat ini bukti ilmiah belum menunjukkan bahwa glukosamin dapat menjadi terapi utama osteoarthritis.
Penanganan nyeri lutut yang komprehensif tetap meliputi:
- Menjaga berat badan ideal.
- Latihan fisik secara teratur.
- Fisioterapi.
- Obat sesuai indikasi dokter.
- Injeksi sendi pada kondisi tertentu.
- Operasi apabila memang diperlukan.
Suplemen hanya dapat dipertimbangkan sebagai terapi tambahan, bukan pengganti pengobatan utama.
Mitos 5: "Kalau Sudah Osteoarthritis, Pasti Harus Operasi"
Fakta
Sebagian besar penderita osteoarthritis tidak memerlukan operasi.
Penanganan dilakukan secara bertahap (stepwise approach), dimulai dari terapi konservatif hingga tindakan operasi apabila benar-benar diperlukan.
Tahap 1: Terapi Konservatif
Penanganan awal biasanya meliputi:
- Edukasi mengenai penyakit.
- Menurunkan berat badan apabila berlebih.
- Latihan fisik dan fisioterapi.
- Penggunaan obat topikal (krim atau gel antiinflamasi).
- Kompres hangat atau dingin sesuai kondisi.
Tahap 2: Terapi Farmakologis
Apabila keluhan belum membaik, dokter dapat mempertimbangkan:
- Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).
- Injeksi kortikosteroid ke dalam sendi.
- Injeksi asam hialuronat pada kondisi tertentu.
Tahap 3: Tindakan Operasi
Operasi dipertimbangkan apabila:
- Nyeri sangat berat.
- Fungsi lutut sangat terganggu.
- Penanganan konservatif tidak lagi memberikan hasil yang memadai.
Jenis operasi dapat berupa:
- Artroskopi pada kondisi tertentu.
- Osteotomi.
- Penggantian sendi sebagian (unicompartmental knee replacement).
- Penggantian sendi total (total knee replacement).
Mitos 6: "Jongkok dan Berlutut Tidak Berbahaya"
Fakta
Posisi jongkok dan berlutut memberikan tekanan yang sangat besar pada sendi lutut.
Penelitian biomekanik menunjukkan bahwa:
- Berjalan memberikan tekanan sekitar 3–5 kali berat badan pada lutut.
- Jongkok dalam memberikan tekanan hingga 7–8 kali berat badan.
- Berlutut memberikan tekanan sekitar 5–7 kali berat badan.
Bagi seseorang yang telah memiliki masalah pada lutut, aktivitas tersebut sebaiknya dibatasi atau dilakukan dengan teknik yang benar.
Apabila pekerjaan mengharuskan sering jongkok atau berlutut, gunakan pelindung lutut (knee pad) dan ubah posisi secara berkala untuk mengurangi beban pada sendi.
Mitos 7: "Nyeri Lutut Tidak Bisa Dicegah"
Fakta
Tidak semua kasus nyeri lutut dapat dicegah, terutama yang berkaitan dengan faktor genetik atau proses penuaan.
Namun, banyak faktor risiko yang dapat dikendalikan.
Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan meliputi:
- Menjaga berat badan ideal.
- Melatih kekuatan otot paha depan (quadriceps) dan paha belakang (hamstring).
- Melakukan pemanasan sebelum berolahraga.
- Menggunakan alas kaki yang sesuai.
- Menghindari aktivitas berulang yang membebani lutut.
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mendukung kesehatan sendi.
Kebiasaan tersebut dapat membantu menurunkan risiko cedera maupun memperlambat perkembangan osteoarthritis.
Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?
Segera lakukan pemeriksaan apabila nyeri lutut:
- Tidak membaik setelah 2 minggu meskipun telah melakukan perawatan mandiri.
- Disertai pembengkakan, kemerahan, atau terasa hangat.
- Menyebabkan lutut sulit ditekuk atau diluruskan.
- Membuat lutut terasa tidak stabil atau sering "mengunci".
- Muncul setelah cedera, jatuh, kecelakaan, atau aktivitas olahraga.
- Mengganggu tidur.
- Disertai demam.
Keluhan tersebut memerlukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan penyebabnya.
Bagaimana Dokter Menentukan Penyebab Nyeri Lutut?
Untuk mengetahui penyebab nyeri lutut, dokter akan melakukan beberapa tahapan pemeriksaan.
1. Wawancara Medis (Anamnesis)
Dokter akan menanyakan:
- Lokasi nyeri.
- Lama keluhan.
- Riwayat cedera.
- Aktivitas sehari-hari.
- Penyakit yang pernah diderita.
- Obat yang sedang dikonsumsi.
2. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan meliputi:
- Penilaian bentuk lutut.
- Rentang gerak sendi.
- Titik nyeri.
- Stabilitas ligamen.
- Kekuatan otot.
- Cara berjalan (gait).
3. Pemeriksaan Penunjang
Apabila diperlukan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan seperti:
Rontgen
Untuk melihat:
- Penyempitan celah sendi.
- Taji tulang (osteofit).
- Kelainan tulang.
Pemeriksaan Laboratorium
Pada kondisi tertentu, dokter dapat meminta pemeriksaan darah untuk membantu menegakkan diagnosis, misalnya pada dugaan:
- Asam urat.
- Rheumatoid arthritis.
- Infeksi sendi.
Dokter Spesialis yang Menangani Nyeri Lutut di RSPUR
RSPUR memiliki tim dokter yang berpengalaman dalam menangani berbagai masalah lutut.
Dokter Spesialis Bedah Ortopedi
- dr. Muhammad Arief Faisal, M.Kes., Sp.OT(K)
- dr. Ikhwan, Dr.Ortho, Sp.OT
- dr. Muhammad Rizal, Sp.OT
Tim ortopedi menangani berbagai kondisi seperti:
- Osteoarthritis.
- Cedera ligamen.
- Cedera meniskus.
- Fraktur.
- Cedera olahraga.
- Penggantian sendi lutut.
Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
dr. Denafianti
Layanan rehabilitasi medik membantu pasien melalui:
- Program fisioterapi.
- Latihan penguatan otot.
- Latihan keseimbangan.
- Edukasi aktivitas sehari-hari.
- Program pemulihan pasca-operasi maupun pasca-cedera.
Pendekatan rehabilitasi bertujuan mengurangi nyeri, meningkatkan fungsi sendi, dan membantu pasien kembali beraktivitas secara optimal.
Layanan Ortopedi di RSPUR Banda Aceh
Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati (RSPUR) menyediakan layanan ortopedi yang komprehensif untuk menangani berbagai gangguan pada tulang, sendi, otot, ligamen, dan tendon, termasuk keluhan nyeri lutut.
Pasien akan mendapatkan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui penyebab nyeri sehingga terapi dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Layanan yang tersedia meliputi:
- Konsultasi Dokter Spesialis Bedah Ortopedi.
- Konsultasi Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik.
- Pemeriksaan radiologi (Rontgen).
- Pemeriksaan laboratorium.
- Program fisioterapi dan rehabilitasi.
- Injeksi sendi sesuai indikasi medis.
- Tindakan operasi ortopedi apabila diperlukan.
- Rawat inap dan pemantauan pascaoperasi.
Pendekatan multidisiplin membantu pasien memperoleh penanganan yang tepat, mulai dari terapi konservatif hingga tindakan operatif.
Hubungi RSPUR Banda Aceh
Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati (RSPUR)
📍 Alamat
Jl. Sekolah No. 5, Gampong Ateuk Pahlawan, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh 23241
📞 Telepon
(0651) 35092
📱 WhatsApp Informasi & Janji Temu
0811-6835-551
🚑 IGD 24 Jam & Ambulans Gratis
0813-8883-5092
📧 Email
office@rspur.co.id
🌐 Website
https://www.rspur.co.id
Jadwal Dokter
https://www.rspur.co.id/jadwal
Buat Janji Temu Online
Kesimpulan
Nyeri lutut saat berjalan merupakan keluhan yang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari cedera ringan hingga penyakit sendi seperti osteoarthritis. Sayangnya, masih banyak mitos yang menyebabkan penanganan menjadi kurang tepat, misalnya menganggap semua nyeri lutut disebabkan oleh asam urat atau harus diistirahatkan total.
Memahami penyebab, faktor risiko, serta pilihan terapi berdasarkan bukti ilmiah dapat membantu menjaga kesehatan sendi dan mencegah komplikasi. Apabila nyeri tidak membaik, disertai pembengkakan, keterbatasan gerak, atau terjadi setelah cedera, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.
Melalui layanan Poliklinik Bedah Ortopedi, Poliklinik Rehabilitasi Medik, Radiologi, Laboratorium, Rawat Inap, dan IGD 24 Jam, RSPUR siap memberikan pelayanan komprehensif bagi masyarakat Banda Aceh yang mengalami keluhan pada lutut maupun gangguan sistem muskuloskeletal lainnya.
Disclaimer Medis
Artikel ini disusun sebagai media edukasi kesehatan dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Setiap penyebab nyeri lutut memerlukan penanganan yang berbeda sehingga diagnosis harus ditegakkan melalui pemeriksaan medis. Apabila Anda mengalami nyeri hebat setelah cedera, lutut tidak dapat digerakkan, pembengkakan berat, atau kesulitan berjalan, segera kunjungi IGD 24 Jam RSPUR atau fasilitas kesehatan terdekat.
Daftar Pustaka
- American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS). Osteoarthritis of the Knee.
- American College of Rheumatology (ACR). Guideline for the Management of Osteoarthritis of the Knee, Hip, and Hand.
- Osteoarthritis Research Society International (OARSI). Guidelines for the Non-Surgical Management of Knee Osteoarthritis.
- National Institute for Health and Care Excellence (NICE). Osteoarthritis in Over 16s: Diagnosis and Management. Updated 2022.
- World Health Organization (WHO). Musculoskeletal Health. Geneva: WHO; 2024.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Kemenkes RI; 2019.
- American College of Sports Medicine (ACSM). Exercise Prescription for Knee Osteoarthritis.
- European Society of Sports Traumatology, Knee Surgery and Arthroscopy (ESSKA). Consensus on Knee Disorders.
- Arthritis Foundation. Exercise and Knee Osteoarthritis.
- Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati (RSPUR). Profil Layanan Bedah Ortopedi dan Rehabilitasi Medik. Banda Aceh: RSPUR; 2026.
Pertanyaan Umum
Apakah nyeri lutut selalu disebabkan oleh asam urat?
Tidak. Asam urat hanya merupakan salah satu penyebab nyeri lutut. Penyebab lain yang lebih sering dijumpai antara lain osteoarthritis, cedera ligamen, robekan meniskus, bursitis, hingga rheumatoid arthritis. Pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Apakah saya masih boleh berolahraga jika lutut terasa nyeri?
Pada sebagian besar kasus, olahraga ringan tetap dianjurkan. Pilih aktivitas yang memberikan beban rendah pada sendi, seperti berjalan santai, berenang, atau bersepeda statis. Hindari olahraga yang memperparah nyeri dan konsultasikan dengan dokter mengenai jenis latihan yang sesuai.
Apakah osteoarthritis bisa disembuhkan?
Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif yang belum dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, gejalanya dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup, latihan fisik, fisioterapi, obat-obatan, hingga tindakan operasi apabila diperlukan. Tujuan terapi adalah mengurangi nyeri, mempertahankan fungsi sendi, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Kapan operasi penggantian sendi lutut diperlukan?
Operasi penggantian sendi (*knee replacement*) dipertimbangkan apabila: - Nyeri sangat berat. - Aktivitas sehari-hari sangat terganggu. - Kerusakan sendi sudah berat. - Terapi konservatif tidak lagi memberikan hasil yang memadai. Keputusan operasi ditentukan setelah evaluasi menyeluruh oleh Dokter Spesialis Bedah Ortopedi.
Bagaimana cara menjaga kesehatan lutut?
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain: - Menjaga berat badan tetap ideal. - Berolahraga secara teratur. - Memperkuat otot paha dan tungkai. - Menggunakan alas kaki yang nyaman. - Melakukan pemanasan sebelum beraktivitas. - Menghindari gerakan yang memberikan tekanan berlebihan pada lutut. Kebiasaan tersebut membantu menjaga fungsi sendi dan mengurangi risiko cedera.
